Sebelumnya, Sulistiawati Rumbekwan selaku Koordinator Penghubung antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPPRIN Korwil dan Pengembang Papua menyampaikan sesuai aturan terbaru, sebagian biaya pembelian rumah dalam program ASPPRIN ditanggung oleh pemerintah.

Dalam pembangunan Perumahan Cenderawasih tersebut, ASPPRIN menggandeng sejumlah kontraktor lokal.

Ia berharap kepercayaan yang diberikan ASPPRIN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta PT Tapera dapat dijalankan dengan baik.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan di Papua harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran tanpa mengabaikan kualitas.

Ia menegaskan kontraktor yang memiliki kinerja baik akan terus dilibatkan, sedangkan yang tidak memenuhi standar akan dihentikan kerja samanya.

Sulistiawati menambahkan, secara keseluruhan di Kabupaten Mimika ditargetkan pembangunan sekitar 1.500 unit rumah subsidi layak huni.

“Sekarang sudah ada yang mulai membangun di beberapa lokasi. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan rumah murah layak huni, silakan datang mendaftar di Kantor ASPPRIN di Jalan Hasanuddin setiap hari kerja,” ujarnya.

Pantauan media ini di lokasi, para tukang dan buruh terus melaksanakan pekerjaan pembangunan fondasi serta pemasangan bata dinding. Sementara itu, kendaraan roda dua tampak hilir mudik mengangkut dan menurunkan material bangunan berupa batu dan pasir. **