Timika,papuaglobalnews.com – Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Cenderawasih yang berlokasi di SP5 Kabupaten Mimika Papua Tengah kini mulai dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Cahaya Nursyam Karya Utama bekerja sama dengan sejumlah kontraktor daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (ASPPRIN) wilayah Indonesia Timur-Papua.

Nico P. W. Kafiar selaku Korwil Papua sekaligus pelaksana PT Cahaya Nursyam Karya Utama kepada papuaglobalnews.com, Kamis 18 Juni 2026, menjelaskan, Perumahan MBR merupakan program subsidi pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang layak.

Pada tahap awal, saat ini sedang dibangun 100 unit rumah tipe 36 di atas lahan seluas dua hektare dari target keseluruhan sebanyak 1.500 unit yang nantinya dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektare.

Menurut Kafiar, pembangunan 100 unit rumah tersebut telah dimulai sejak 18 Mei 2026 dan hingga kini telah berjalan selama satu bulan dengan masa kontrak pekerjaan selama 90 hari kerja.

Perumahan subsidi tanpa uang muka atau nol DP ini dijual dengan harga Rp240 juta per unit. Setiap blok dibangun sebanyak 10 unit rumah dengan luas tanah per unit 100 meter persegi serta dilengkapi fasilitas jalan lingkungan dengan lebar jalan lorong delapan meter dan jalan utama 12 meter.

Ia menjelaskan sesuai regulasi, komposisi pembangunan terdiri atas 60 persen rumah dan 40 persen fasilitas umum (Fasum). Selain pembangunan jalan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi pasar mini. Sementara untuk fasilitas umum lainnya seperti sekolah, klinik, maupun Pustu, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Selaku pengembang, Kafiar berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memberikan dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah MBR yang dicanangkan pemerintah pusat.

Rumah permanen tipe 36 tersebut dilengkapi satu kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan dua kamar tidur. Atap rumah menggunakan seng spandek dengan rangka baja ringan.

Sebelumnya, Sulistiawati Rumbekwan selaku Koordinator Penghubung antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPPRIN Korwil dan Pengembang Papua menyampaikan sesuai aturan terbaru, sebagian biaya pembelian rumah dalam program ASPPRIN ditanggung oleh pemerintah.

Dalam pembangunan Perumahan Cenderawasih tersebut, ASPPRIN menggandeng sejumlah kontraktor lokal.

Ia berharap kepercayaan yang diberikan ASPPRIN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta PT Tapera dapat dijalankan dengan baik.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan di Papua harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran tanpa mengabaikan kualitas.

Ia menegaskan kontraktor yang memiliki kinerja baik akan terus dilibatkan, sedangkan yang tidak memenuhi standar akan dihentikan kerja samanya.

Sulistiawati menambahkan, secara keseluruhan di Kabupaten Mimika ditargetkan pembangunan sekitar 1.500 unit rumah subsidi layak huni.

“Sekarang sudah ada yang mulai membangun di beberapa lokasi. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan rumah murah layak huni, silakan datang mendaftar di Kantor ASPPRIN di Jalan Hasanuddin setiap hari kerja,” ujarnya.

Pantauan media ini di lokasi, para tukang dan buruh terus melaksanakan pekerjaan pembangunan fondasi serta pemasangan bata dinding. Sementara itu, kendaraan roda dua tampak hilir mudik mengangkut dan menurunkan material bangunan berupa batu dan pasir. **