Elvis memuji anak-anak Persipuncak Chartenz sangat hebat dan luar biasa karena telah terlebih dahulu menyiapkan diri mengikuti Liga 4 sebelum pemerintah memberikan perhatian.

Hendriko Masko Kiwak, Pelatih Utama Persipuncak Chartenz mengucap syukur kepada Tuhan walaupun dengan persiapan yang sangat minim timnya unggul keluar sebagai juara umum Liga 4 Nasional Papua Tengah.

PELATIH PERSIPUNCAK CHARTENZ
Hendriko Masko Kiwak, Pelatih Utama Persipuncak Chartenz. {foto-papuaglombalnews.com}

Mantan pemain Persipura U15 dan Timnas U16, 17 dan 18 tahun 2010 ini selain persiapan minim menjadi tim paling terakhir mendaftar H-1.

“Kami selama persiapan seadanya. Tim lain sudah ada di Timika tinggal di hotel, saya masih ada di Jayapura mencari pemain. Pemain ini saya kumpulkan mereka untuk ujicoba. Dari uji coba saya lihat  mana yang baik saya pilih. Mereka semua saya kumpul lagi untuk latihan satu, dua kali untuk naik fisik dan mental. Tanggal 8 kita daftar untuk ikut main tanggal 9 April 2025,” jelasnya.

Tim Persipuncak Chartenz mengikuti Liga 4 Nasional Papua Tengah awalnya atas usaha dan perjuangan sendiri oleh para manajer.

Masko bersyukur walaupun bermain dalam suasana persiapan sangat terbatas tetapi semangat anak asuhnya yang begitu tinggi memberikan hasil membanggakan.

“Saya hanya bilang kepada mereka kita harus kerja dulu. Jangan pernah kita tanyakan apa yang negeri ini buat untuk kita. Tetapi bertanyalah pada diri kita apa yang kita buat untuk negeri kita. Pasti Tuhan akan membuka jalan,” katanya.

Bermodalkan semangat dan motivasi tersebut,  setiap pertandingan anak-anak menunjukan kekompakan dan kebersamaan sangat sangat baik hingga membuahkan hasil.

Ia menyebutkan, Persipuncak Chartenz mulai berangkat besok Sabtu 19 April dari Timika menuju Solo. Pada Liga 4 Nasional ini babak pengisian Persipuncak Chartenz masuk grup F bersama Klub Karanganyar, Klub Klabat dan PS Kuarta. Keempat klub ini dengan jadwal babak pengisian pertandingan dimulai tanggal 21, 23 dan 25 April 2025.

Pada laga Liga 4 Nasional di Papua Tengah sebanyak 25 pemain diluar manajer, asisten manajer, official dan pelatih. Namun untuk berangkat ke Solo karena keterbatasan anggaran sehingga diprioritaskan pemain, pelatih dan manajer.

Ia menyebutkan anak asuhnya ini terdiri dari delapan orang pemain senior semuanya dari Puncak sementara sisanya diambil dari anak-anak Papua umumnya kelahiran 2002-2006.

Dengan prestasi ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Puncak untuk mewakili Papua Tengah di Liga 4 bersama 64 Klub di Indonesia yang akan bermain di Solo.

Kepada pemain, Masko selalu memberi motivasi bahwa inilah saatnya anak-anak Puncak membuat sejarah.

“Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” katanya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.