“Setahu kami, tahun lalu program pemerintah pusat lebih banyak menyasar anak sekolah. Namun tahun ini balita dan ibu hamil yang terdaftar di posyandu juga mendapatkan manfaat program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK Kampung Nawaripi, Sesi Ditubun menerangkan MBG merupakan salah satu program pemerintah yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak sekolah, tetapi juga menyasar balita, anak-anak, serta ibu hamil yang terdaftar di posyandu.

Menurutnya, dengan adanya MBG, bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil yang selama ini disediakan melalui posyandu berpotensi berkurang karena kebutuhan gizi sebagian sudah terpenuhi melalui program tersebut.

Ia menjelaskan pada tahun 2025 lalu dukungan dana desa untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita cukup besar. Selain itu, pada tahun 2026 program penanganan stunting juga masih mendapatkan dukungan dari pemerintah distrik maupun pemerintah kabupaten.

“Karena ini merupakan bantuan dari pemerintah, sebagai pelaksana posyandu kami tentu menerimanya dengan baik. Rencananya program MBG akan berjalan setiap hari di seluruh posyandu yang ada di Kampung Nawaripi,” kata Sesi.

Ia menjelaskan Kampung Nawaripi memiliki tiga posyandu, yakni Posyandu Elang, Posyandu Gaharu, dan Posyandu Anggrek. Masing-masing posyandu dikelola oleh kader yang berbeda, termasuk dalam proses pembagian MBG kepada balita dan ibu hamil.

Selain mengelola kegiatan posyandu, lanjutnya, pelaksanaan program-program PKK lainnya juga sangat bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah kampung.

Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta Bupati dan Wakil Bupati Mimika atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di Kampung Nawaripi melalui program MBG.

Menurut Norman, program tersebut merupakan investasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. **