Timika,papuaglobalnews.com – Posyandu Elang di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menerima lebih dari 100 ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur penyelenggara untuk balita dan ibu hamil, Selasa 2 Juni  2026.

Kader Posyandu Elang, Leni Badalwai didampingi Rina Haumahu mengatakan, ini merupakan pertama kalinya Posyandu Elang menerima program MBG.

“Sejak pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIT, petugas dapur sudah datang mengantar makanan ini. Namun hingga saat ini baru sebagian orang tua yang memiliki anak balita rutin ke posyandu yang datang mengambil,” kata Leni yang dibenarkan Rina.

Menurut mereka, informasi mengenai pembagian MBG sudah disampaikan kepada para orang tua. Namun karena masih hari pertama pelaksanaan, sebagian penerima manfaat belum datang mengambil makanan yang telah disiapkan.

“Kami sudah sampaikan kepada orang tua yang memiliki anak untuk datang mengambil. Tapi karena hari pertama, masih ada yang belum datang ambil,” ujarnya.

Leni menuturkan bahwa MBG akan diterima setiap hari. Mereka berharap pada hari kedua dan seterusnya para orang tua dapat datang mengambil makanan pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIT.

Makanan yang belum diambil dipindahkan oleh kader dari ompreng ke wadah plastik (mika), karena ompreng tersebut akan diambil kembali oleh petugas dapur penyelenggara MBG.

“Bapak dan ibu yang ingin mengambil MBG silakan datang ke LPK Nawaripi. Kader dan Ketua PKK Kampung Nawaripi masih menunggu dan bersiaga di sana,” kata Leni.

Terkait program MBG, baik Leni maupun Rina mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber bantuan tersebut. Namun sebagai kader posyandu, mereka menerima dan mendukung program tersebut karena merupakan bantuan dari pemerintah.

“Setahu kami, tahun lalu program pemerintah pusat lebih banyak menyasar anak sekolah. Namun tahun ini balita dan ibu hamil yang terdaftar di posyandu juga mendapatkan manfaat program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK Kampung Nawaripi, Sesi Ditubun menerangkan MBG merupakan salah satu program pemerintah yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak sekolah, tetapi juga menyasar balita, anak-anak, serta ibu hamil yang terdaftar di posyandu.

Menurutnya, dengan adanya MBG, bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil yang selama ini disediakan melalui posyandu berpotensi berkurang karena kebutuhan gizi sebagian sudah terpenuhi melalui program tersebut.

Ia menjelaskan pada tahun 2025 lalu dukungan dana desa untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita cukup besar. Selain itu, pada tahun 2026 program penanganan stunting juga masih mendapatkan dukungan dari pemerintah distrik maupun pemerintah kabupaten.

“Karena ini merupakan bantuan dari pemerintah, sebagai pelaksana posyandu kami tentu menerimanya dengan baik. Rencananya program MBG akan berjalan setiap hari di seluruh posyandu yang ada di Kampung Nawaripi,” kata Sesi.

Ia menjelaskan Kampung Nawaripi memiliki tiga posyandu, yakni Posyandu Elang, Posyandu Gaharu, dan Posyandu Anggrek. Masing-masing posyandu dikelola oleh kader yang berbeda, termasuk dalam proses pembagian MBG kepada balita dan ibu hamil.

Selain mengelola kegiatan posyandu, lanjutnya, pelaksanaan program-program PKK lainnya juga sangat bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah kampung.

Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta Bupati dan Wakil Bupati Mimika atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di Kampung Nawaripi melalui program MBG.

Menurut Norman, program tersebut merupakan investasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. **