“Dengan fasilitas dan tenaga medis yang cukup, setiap pasien yang datang berobat dapat memperoleh pelayanan yang maksimal hingga sembuh, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, audiensi dengan Dinkes Papua Tengah sangat penting mengingat angka kematian masyarakat di wilayah tersebut dinilai masih cukup tinggi. Melalui diskusi ini diharapkan sistem pelayanan kesehatan di delapan kabupaten di Papua Tengah dapat terus diperbaiki sehingga mampu menekan angka kematian.

Sementara itu, dialog dengan Bakesbangpol akan membahas dinamika politik yang berkembang di Papua Tengah. Sebagai instansi teknis yang membina partai politik dan organisasi kepemudaan, Bakesbangpol diharapkan terus memberikan pendampingan, bimbingan, serta pengawasan terhadap perkembangan situasi politik di daerah.

Pemuda Katolik juga akan berdialog dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengawasan terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Tino, keempat OPD tersebut dipilih karena berdasarkan pengamatan Pemuda Katolik masih terdapat sejumlah persoalan penting yang belum tertangani secara optimal oleh pemerintah.

“Kami berharap melalui momentum ini ada perhatian serius dari pemerintah agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Raker, panitia saat ini juga tengah melakukan penggalangan dana dengan menjual kaos Raker I. Kaos oblong dijual dengan harga Rp200 ribu, sedangkan kaos berkerah dijual seharga Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

Tino menambahkan Raker tersebut akan melibatkan seluruh pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

“Undangan tetap kami kirim kepada pengurus di delapan kabupaten. Namun jika ada yang berhalangan hadir, panitia tetap akan melaksanakan agenda Raker ini,” pungkasnya. **