Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Siap Laksanakan Raker Perdana
Timika,papuaglobalnews.com – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) perdana selama tiga hari, yakni pada 24–26 April 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di Gedung Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita, Nabire Bukit Meriam.
Raker ini mengusung tema utama “Meningkatkan Kemitraan Kerjasama Pemerintah untuk Membangun Papua Tengah” dengan subtema “Melalui Rakor Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Bersolidaritas Menetapkan Komitmen Dalam Program Kerja.”
Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote mengatakan, sejak dirinya dilantik pada 10 Oktober 2024, agenda Raker baru dapat dijadwalkan tahun ini karena sebelumnya masih disibukkan dengan berbagai kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.
“Sekarang semua materi sudah kami siapkan. Apapun yang terjadi, Raker ini tetap kami laksanakan,” tegas Tino, kepada papuaglobalnews.com pada Sabtu 14 Maret 2026 malam.
Ia menjelaskan, salah satu agenda penting dalam Raker tersebut mengadakan audiensi dengan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Tengah, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Menurut Tino, dialog dengan Disdukcapil bertujuan mendorong pemerintah provinsi agar berkoordinasi dengan seluruh Disdukcapil di delapan kabupaten guna meningkatkan pelayanan perekaman KTP Elektronik kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), sehingga memiliki identitas kependudukan yang akurat.
Dengan kepemilikan KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK), katanya, pemerintah daerah akan memiliki data kependudukan yang lebih valid untuk mendukung berbagai program pembangunan.
Ia juga menekankan pelayanan perekaman KTP elektronik sebaiknya tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi petugas juga perlu turun langsung ke lapangan dengan sistem jemput bola agar pelayanan lebih dekat kepada masyarakat.
Selain itu, Pemuda Katolik Komda Papua Tengah juga akan berdialog dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan masukan terkait peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire dan Mimika, serta penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memadai.
“Dengan fasilitas dan tenaga medis yang cukup, setiap pasien yang datang berobat dapat memperoleh pelayanan yang maksimal hingga sembuh, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, audiensi dengan Dinkes Papua Tengah sangat penting mengingat angka kematian masyarakat di wilayah tersebut dinilai masih cukup tinggi. Melalui diskusi ini diharapkan sistem pelayanan kesehatan di delapan kabupaten di Papua Tengah dapat terus diperbaiki sehingga mampu menekan angka kematian.
Sementara itu, dialog dengan Bakesbangpol akan membahas dinamika politik yang berkembang di Papua Tengah. Sebagai instansi teknis yang membina partai politik dan organisasi kepemudaan, Bakesbangpol diharapkan terus memberikan pendampingan, bimbingan, serta pengawasan terhadap perkembangan situasi politik di daerah.
Pemuda Katolik juga akan berdialog dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengawasan terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas oknum yang tidak bertanggungjawab.
Menurut Tino, keempat OPD tersebut dipilih karena berdasarkan pengamatan Pemuda Katolik masih terdapat sejumlah persoalan penting yang belum tertangani secara optimal oleh pemerintah.
“Kami berharap melalui momentum ini ada perhatian serius dari pemerintah agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik,” katanya.
Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Raker, panitia saat ini juga tengah melakukan penggalangan dana dengan menjual kaos Raker I. Kaos oblong dijual dengan harga Rp200 ribu, sedangkan kaos berkerah dijual seharga Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
Tino menambahkan Raker tersebut akan melibatkan seluruh pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
“Undangan tetap kami kirim kepada pengurus di delapan kabupaten. Namun jika ada yang berhalangan hadir, panitia tetap akan melaksanakan agenda Raker ini,” pungkasnya. **














































