Nabire,papuaglobalnews.com – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera menyusun dan menyiapkan program proyek lumbung pangan berbasis lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Papua Tengah.

Dorongan tersebut disampaikan John sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menekankan pentingnya pengembangan pangan lokal untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang beragam serta bergizi.

Menurut John, hingga kini Pemerintah Daerah masih terlihat sebatas menyatakan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun oleh Pemerintah Pusat, namun belum menunjukkan langkah konkret dalam merancang dan mengembangkan budidaya pangan lokal sebagaimana diamanatkan dalam UU Pangan.

“Padahal, pengembangan pangan lokal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat lokal,” ujar mantan anggota DPR Papua tersebut dalam rilisnya kepada papuaglobalnews.com, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menegaskan, Papua memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat potensial dan perlu mendapat perhatian serius, di antaranya ubi, keladi, sagu, gumbili, pokem, sayur-mayur, buah-buahan, daging babi, kepiting, udang, serta hasil perikanan lainnya.

Untuk mendukung terwujudnya lumbung pangan lokal di Papua Tengah, John menawarkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah, antara lain:

  1. Penyiapan lahan lumbung pangan lokal
  2. Penyediaan alat dan teknologi pertanian modern
  3. Pengembangan budidaya pangan lokal
  4. Pembibitan, produksi, dan penanganan pascapanen
  5. Pemasaran hasil pangan lokal
  6. Pembinaan pascapanen

Sebagai bentuk dukungan nyata, John mengaku pada Selasa, 10 Februari 2026, dirinya turun langsung mengunjungi areal sawit PT Nabire Baru di wilayah Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire. Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan rumpun sagu seluas sekitar 7 hektare yang belum dikelola secara optimal.