1. Kunjungan Pertama: Mgr. Piero Pioppo mengunjungi Jayapura dua tahun sebelum artikel ditulis (sekitar tahun 2023) untuk mentahbiskan uskup Jayapura. Saat itu, ia melihat spanduk yang menanyakan kapan akan ada uskup OAP baru untuk Timika.

2. Kunjungan Kedua: Pada 13-14 Mei 2025, Mgr. Piero Pioppo mengunjungi Timika untuk memimpin Misa Penahbisan Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Ia tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pada 13 Mei 2025 dan memimpin misa penahbisan pada 14 Mei 2025.

Nuncio Piero Pioppo berharap Paus Leo XIV akan mengunjungi Papua suatu hari nanti, karena Paus Leo XIV telah dua kali mengunjungi Papua sebelum menjadi Paus, yaitu di Manokwari dan Sorong.

Kami Suara Kaum Awam Katolik Papua di West Papua mengucapkan terimakasih kepada Duta Besar Vatican untuk Indonesia, Nuncio Piero Pioppo

Sambil mengucapkan terima kasih, kami Suara Kaum Awam Katolik Papua berdoa dan berharap agar:

1. Taktah Suci Vatican dapat menunjuk Duta Besar Vatican Untuk Indonesia Yang Mau Mendengarkan Suara Umat Katolik Papua dari West Papua.

2. Taktah Suci Vatican menunjuk Duta Besar Vatican yang punya hati untuk kami umat Katolik Pribumi Papua di West Papua.

3. USMAN Segera klarifikasi Pernyataan Dukungan terhadap PSN di Tanah Anim Ha, Selatan Papua.

4. Segera Ganti Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC

5. Vatikan, KWI dan Uskup-uskup di Papua segera lakukan investigasi dugaan keterlibatan Pemimpin Hirarki Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak pada Ekosida, Spiritsida, Etnosida dan Genosida di Tanah Adat Anim Ha, Selatan Papua.

6. Kami Umat Katolik Papua Masih Membutuhkan Uskup Orang Asli Papua di Tiga Keuskupan, yaitu:

(1). Keuskupan Agung Merauke

(2). Keuskupan Agats-Asmat

(3). Keuskupan Manokwari-Sorong. **