
Terbaru
Oleh : Laurens Minipko LAMPU panggung selalu tahu ke mana ia harus diarahkan. Ia memilih wajah. Ia menghapus bayangan. Ia menegaskan tepuk tangan.
Oleh: Johanes E.S. Wato (Doctoral Researcher, University of Bonn (BIGS-OAS, Southeast Asian Studies) KEBANGKITAN rivalitas global dan pergeseran
Menunggu Air Pasang
Headline
Oleh : Laurens Minipko DI PANTAI Mimika, air laut tak pernah benar-benar tinggal. Ia datang dalam pasang, lalu perlahan surut meninggalkan garis
Oleh: Johanes E. S. Wato. “Negara Republik Indonesia bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan pula
Hukum dalam Tuturan
Headline
Oleh : Laurens Minipko PAGI di Merauke sering dimulai dengan suara mambruk. Ia tidak berteriak seperti elang. Tidak juga bernyanyi seperti
Oleh : Laurens Minipko DI SEBUAH kampung di Merauke (di atas tanah terdampak Proyek Strategi Nasional), berdiri papan sederhana bertuliskan:
Udara Kita Mulai Punya Harga
Headline
Oleh : Laurens Minipko DULU udara tidak pernah masuk rapat. Ia dihirup, lalu dilupakan. Tak perlu izin. Tak perlu regulasi. Apalagi dihitung. Di
Oleh: Laurens Minipko PERNYATAAN resmi Keuskupan Agung Merauke yang dimuat media Hidup Katolik 26 Januari 2026 tampak rapi. Dan, terlalu rapi
Kedai Reot dan Aset yang Diam
Headline
Oleh : Laurens Minipko DI MIMIKA, kita punya banyak aset. Sebagian mahal. Sebagian megah. Sebagian…diam. Diam seperti kedai reot di pinggir
Award dari Perempuan
Headline
Oleh : Laurens Minipko SAYA membaca berita itu sambil duduk di dapur. Bukan dapur hotel berbintang. Dapur rumah papan. Kompor tua. Panci yang
Sedang Memuat...
Sudah ditampilkan semua
Tutup


