Kondisi bangunan bank sampah di Kampung Nawaripi yang dikelilingi rumput liar, Kamis 18 Desember 2025. (Foto-Istimewa/papuaglobalnews.com).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Nobertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania mempertanyakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika belum memfungsikan bangunan Bank Sampah di Jalan Leo Urumami, RT 20 Kampung Nawaripi yang letaknya di sebelah jalan menuju wilayah Kelurahan Wonosari Jaya SP 4.

“Bangunan ini sudah jadi tapi ditinggalkan dan tidak terurus. Sementara disekitarnya rumput sudah tumbuh tinggi karena selama ini tidak diperhatikan DLH,” ujar Norman kepada media, Jumat 19 Desember 2025.

Menurut Norman, rumput tinggi menjadi beban Pemkamp Nawaripi. Sementara tenaga BUMDes Nawaripi Jaya sudah mengikuti pelatihan di DLH mengenai penanganan sampah.

“Sampah di Kampung Nawaripi dan sekitarnya terus bertambah tiap hari sedangkan warga mulai kesulitan untuk buang sampah setelah Pemkamp menekankan agar warga tidak boleh buang sampah di sembarang tempat,” ujarnya.

Norman meminta agar DLH Kabupaten
Mimika agar tidak menciptakan masalah antara Pemkam Nawaripi dengan warganya terkait sampah ini mengingat beberapa hari lagi tahun 2025 akan berakhir. Karena Pemkam Nawaripi juga sudah menjanjikan kepada warga Nawaripi bahwa akhir tahun 2025 ini Bank sampah Nawaripi sudah bisa aktif.

“Warga Nawaripi pada menunggu dan bertanya kapan direalisasikan bank sampah pos Nawaripi,” ujarnya.

Terpisah, Jefri Deda, Kepala DLH Mimika melalui Algertho Reno Asmuruf, Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan Mimika menjelaskan, bahwa bangunan kios sampah tersebut belum difungsikan sementara waktu karena saat ini masih dalam proses penyediaan kelengkapan operasional kios sampah, antara lain:
1. Rak penyimpanan.
2. Timbangan,
3. Meja dan kursi,
4. Sembako penukaran,
5. APD bagi petugas.

“Kelengkapan tersebut sedang dalam tahapan pengadaan dan direncanakan selesai serta diserahkan bersamaan dengan serah terima kios sampah kepada pihak kelurahan/kampung pada akhir tahun ini,” tulis Reno kepada papuaglobalnews.com saat dikonfirmasi, Jumat 19 Desember 2025.

Ia menjelaskan, sebagai informasi tambahan, petugas kios sampah dari kelurahan/kampung telah mengikuti pelatihan, dan ke depan akan terus dibimbing serta didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam pelaksanaan operasional kios sampah.

“Kami mohon dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kampung Nawaripi. Kios sampah ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan akan segera dioperasikan setelah seluruh sarana pendukung terpenuhi. Terima kasih.
Salam hormat dan salam lestari,” pungkas Reno. **