Musrembang Kampung Nawaripi: Warga Sepakat Pembangunan Difokuskan dalam Kampung
Sementara itu, Simon Maurumako, Sekretaris Kampung Nawaripi, mengatakan bahwa sesuai komitmen kepala kampung, tahun 2026 pembangunan diarahkan sepenuhnya dalam kampung. Prioritas diarahkan pada rehabilitasi rumah warga yang kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan.
Selain perbaikan rumah, Simon menegaskan kebutuhan fasilitas air bersih juga sangat mendesak. Saat ini hanya warga yang tinggal dekat sumber air yang dapat menikmati pasokan air bersih melalui jaringan pipa. Warga yang tinggal jauh masih mengandalkan sumur untuk kebutuhan mandi, cuci dan WC, sedangkan untuk air minum warga membeli air galon dari mobil penjual.
Plt. Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun menambahkan bahwa dana desa tahun ini mengalami penurunan karena sebagian anggaran dipotong pemerintah pusat untuk mendukung program Koperasi Merah Putih, yang bertujuan memperkuat perekonomian kampung.
Ia juga mengingatkan agar Musrembang turut mengakomodasi program Presiden terkait penanggulangan bencana. Kampung diwajibkan membangun posko pencegahan bencana mengingat beberapa hari terakhir terjadi angin kencang yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada rumah warga.
“Kalau ada warga yang atap rumahnya terlepas akibat angin kencang, wajib lapor ke posko bencana kampung. Dari kampung diteruskan ke distrik, lalu distrik melapor ke kabupaten. Dari situ baru bisa ada bantuan perbaikan,” jelas Merlyn.
Musrembang Kampung Nawaripi berakhir dengan komitmen agar pemerintah kampung memfokuskan pembangunan berdasarkan prioritas kebutuhan warga dan tetap mengikuti kebijakan nasional yang berlaku. **














