Dengan demikian, peran keluarga sangat besar dalam menentukan terbentuknya moral manusia.

Ia juga mengingatkan pembentukan karakter anak harus dimulai sejak lingkungan keluarga dan kemudian diperkuat oleh guru di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu dikenalkan dan diamalkan dalam kehidupan anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Selain itu ia berharap kedepan kegiatan sosialisasi semacam ini dilaksanakan langsung di kampung sambil duduk santai sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat setempat.

Ia menegaskan dalam kehidupan bersama meskipun dalam perbedaan tetapi tetap saling menghargai dan toleransi menjadi kinci utama.

Sebelumnya, Eliazer Klemens selaku ketua panitia yang dibacakan Guntur Rumbekwan menyampaikan pembentukan dan pertumbuhan karakter dalam keluarga sangat penting, khususnya dalam penghayatan dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak melalui Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Semua Aspek Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.”

Ia menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan antara lain Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua; Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemerintah Daerah dalam rangka Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Nusantara; serta dasar hukum lainnya yang disebutkan dalam laporan panitia.

Adapun maksud dilaksanakan kegiatan tersebut, untuk menciptakan kehidupan yang berlandaskan Pancasila serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sedangkan tujuan kegiatan, antara lain menanamkan landasan moral yang kuat, menumbuhkan hati dan kemanusiaan, membentuk kepribadian yang disiplin dan bertanggung jawab, serta mempersiapkan peserta untuk menjadi warga negara yang baik.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti masyarakat yang merupakan perwakilan dari delapan kampung di Distrik Agimuga dengan jumlah peserta kurang lebih 80 orang. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.