Marianus Maknaepeku Tegaskan Hasil Pleno XIX DAP di Wondama Putuskan Wilayah Adat Bombaray Gelar Konferensi DAD di Mimika
Timika,papuaglobalnews.com – Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) Wilayah Adat Bombaray Papua Tengah, menegaskan bahwa berdasarkan keputusan bersama dalam Rapat Pleno XIX Dewan Adat Papua (DAP) yang berlangsung di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, pada 19-21 Mei 2026, hanya Wilayah Adat Bombaray yang ditetapkan untuk melaksanakan Konferensi Dewan Adat Daerah (DAD) pada tahun 2027 dengan Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah.
“Saya melihat sangat disayangkan apabila ada rencana pelaksanaan Konferensi Dewan Adat Daerah Papua Tengah di Nabire. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tidak mengatur hal itu. Semua ada mekanismenya,” ujar Marianus kepada papuaglobalnews.com, Rabu malam 10 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Marianus untuk meluruskan informasi yang beredar di ruang publik terkait rencana pelaksanaan Konferensi DAD Papua Tengah oleh Wilayah Adat Meepago di Nabire.
Marianus, yang juga mewakili tokoh pemuda Suku Kamoro dari Wilayah Adat Bombaray asal Mimika, mengatakan dirinya mengikuti seluruh rangkaian Rapat Pleno XIX DAP di Teluk Wondama bersama perwakilan dari tujuh wilayah adat, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
Menurutnya, dalam forum tersebut tidak ada satu pun keputusan yang menyebutkan pelaksanaan Konferensi DAD Papua Tengah di Nabire oleh Wilayah Adat Meepago. Sebaliknya, hasil pleno secara tegas menetapkan Wilayah Adat Bombaray sebagai penyelenggara konferensi, dengan Mimika sebagai tuan rumah yang telah disepakati oleh seluruh tujuh wilayah adat.
Namun demikian, setelah berkoordinasi dengan Bupati Mimika Johannes Rettob terkait penetapan Mimika sebagai tuan rumah, Bupati menyarankan agar pelaksanaan Konferensi DAD Wilayah Adat Bombaray diundur hingga tahun 2027. Pertimbangannya adalah masih adanya dinamika internal dan dualisme kepemimpinan pada dua lembaga adat di Mimika, yakni Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) dan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA).
Bupati berharap kedua lembaga adat tersebut terlebih dahulu bersatu sebelum Konferensi DAD Wilayah Adat Bombaray dilaksanakan yang dihadiri oleh tujuh wilayah adat.
“Harapan Bupati, kedua lembaga adat ini harus bersatu terlebih dahulu, baru bisa melaksanakan Konferensi DAD Wilayah Adat Bombaray,” kata Marianus.
Terkait kondisi tersebut, Marianus menjelaskan bahwa Bupati Mimika akan menyurati DAP untuk meminta penyesuaian waktu pelaksanaan konferensi. Selain itu, Ketua LEMASKO, Gregorius Okoare juga akan menyampaikan surat resmi kepada Ketua DAP mengenai penundaan tersebut.
Ia menambahkan, setelah Konferensi DAD Wilayah Adat Bombaray dilaksanakan di Mimika, seluruh hasil dan rekomendasinya akan dibawa ke Konferensi Besar DAP yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Manokwari Selatan pada Oktober 2026. Hal itu juga merupakan bagian dari keputusan Rapat Pleno XIX DAP di Wondama.
“Semua keputusan dari konferensi DAD masing-masing wilayah adat akan dibahas dan diputuskan dalam Konferensi Besar di Manokwari Selatan nanti. Semua persoalan yang masih tumpang tindih akan dibacakan dan diselesaikan dalam forum tersebut,” ujarnya.
Sebagai contoh, Marianus menyebutkan bahwa berbagai persoalan terkait wilayah adat, termasuk status Kabupaten Mimika yang tetap berada dalam Wilayah Adat Bombaray, akan dibahas dan diputuskan secara resmi dalam Konferensi Besar tersebut.
“Misalnya kemarin Bapak Eltinus Omaleng ditunjuk sebagai Ketua DAD Wilayah Meepago, nanti semuanya akan dibacakan dan diputuskan secara resmi dalam Konferensi Besar,” jelasnya.
Menurut Marianus, apabila PT Freeport Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika, maupun Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) belum memberikan respons terhadap permohonan bantuan terkait rencana kegiatan Konferensi DAD Wilayah Meepago di Nabire, hal itu merupakan sesuatu yang dapat dipahami karena kegiatan tersebut tidak masuk dalam agenda resmi DAP.
“Dalam Rapat Pleno di Wondama, seluruh perwakilan dari wilayah Meepago, termasuk dari Dogiyai, Paniai, dan Deiyai, turut hadir. Di sana yang disepakati hanya Wilayah Adat Bombaray yang melaksanakan konferensi dengan Mimika sebagai tuan rumah,” tegasnya. **
















