Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan untuk membangkitkan semangat sepak bola di Papua Tengah, sehingga dari daerah ini dapat lahir bintang-bintang sepak bola masa depan yang mengharumkan nama Papua dan Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Liga 4 Regional Papua Tengah menjadi provinsi terakhir yang menyelenggarakan kompetisi ini, namun diharapkan menjadi yang pertama MEloloskan tim ke Liga 3.

Meki juga menjanjikan bagi tm yang keluar sebagai juara satu diberikan hadiah uang tunai Rp100 juta, juara II Rp70 juta dan seterusnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus PSSI Papua Tengah, panitia, serta para bupati di Papua Tengah yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

“Kompetisi ini bukan hanya ajang pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah,” ujarnya.

Menurut Meki, Tanah Papua merupakan tanah yang diberkati Tuhan dengan talenta sepak bola yang luar biasa. Banyak legenda sepak bola asal Papua yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional.

Karena itu, melalui Liga 4 ini ia berharap semakin banyak talenta muda Papua Tengah yang muncul dan melanjutkan tradisi besar sepak bola Papua.

Ia menegaskan sepak bola merupakan jembatan pemersatu masyarakat.

“Dalam bertanding kita harus tetap menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama, dan semangat juang,” katanya.

Meki juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan seluruh bupati di Papua Tengah untuk mencanangkan program satu distrik satu lapangan sepak bola. Program ini diharapkan dapat mempersiapkan pemain sejak tingkat kampung untuk mengikuti berbagai kompetisi.

“Papua Tengah adalah jantungnya Papua. Karena itu, kita harus menyiapkan pemain-pemain terbaik dari kampung hingga ke level provinsi,” ujarnya.

Ia menegaskan di lapangan hijau tidak ada pemain hebat yang menang sendiri. Yang menentukan kemenangan adalah kerja sama tim, gotong royong, dan semangat kebersamaan.

Di akhir sambutannya, Meki mengajak seluruh masyarakat menjadikan Liga 4 sebagai simbol perdamaian dan persatuan di Papua Tengah.

“Mari jadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan. Biarlah peluit pertama menjadi tanda dimulainya kebersamaan dan persatuan. Semoga Piala Gubernur ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu mempersatukan Papua Tengah dalam semangat kebersamaan,” ujarnya. **