Libatkan Masyarakat Bangun Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk akan Cetuskan Program ‘Maifali E 10.000’
Lebih lanjut, Bupati menekankan gerakan ini bukanlah bentuk pungutan atau paksaan, melainkan wujud kepedulian dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Setiap individu yang ingin berpartisipasi bisa melakukannya secara sukarela tanpa tekanan.
Dalam menghadapi kritik terhadap program ini, Bupati Henuk menyatakan dirinya terbuka terhadap segala bentuk masukan, saran, dan ide yang konstruktif.
“Saya pejabat publik, jadi tidak boleh alergi dengan kritik. Kritik yang pedas sekalipun saya siap hadapi, asalkan tidak berisi fitnah atau hoaks,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, Bupati berencana untuk meluncurkan program ini di Jakarta, sekaligus mengajak masyarakat Rote Ndao di perantauan untuk ikut serta dalam gerakan ini.
“Kontribusi Rote Ndao ini berdasarkan rasa kecintaan kita kepada Nusa Fua Funi. Tidak ada paksaan dalam gerakan ini. Bagi yang mau, silakan bergabung. Kalau tidak, juga tidak apa-apa,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan, program ‘Rote Ndao 10.000’ diharapkan dapat menjadi gerakan sosial yang membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















