Atas gol tersebut kedudukan berubah menjadi 1-0. Suasana  sebelumnya penuh tegang berubah disambut tepuk tangan dan sorak-sorai meriah. Dengan ketertinggalan satu angka tempo permainan menjadi lebih cepat.

Tim Kota Komba yang merasa tertinggal satu angka rupanya tidak ingin berlama-lama. Langsung membangun serangan balasan dan berhasil. Hanya berselang beberapa menit pemain nomor punggung 7 atas nama Ronald berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Suasana permainan makin seru dan penuh tekanan. Masing-masing supporter kedua tim terus memberikan semangat. Kedudukan 1-1 tetap bertahan hingga babak pertama usai. Setelah istirahat, kedua tim kembali lanjut 15 menit di babak kedua.

Di babak kedua, tempo permainan kedua tim tetap stabil. Sama-sama menekan, menyerang dan sesekali melepaskan tendangan keras jarak jauh. Namun, usaha itu selain melebar ke kiri, kanan dan keatas juga masih mampu dihalau oleh kiper.

Meskipun bermain dalam situasi sama-sama imbang 1-1, kedua tim tetap ngotot menampilkan permainan penuh taktik dan menghibur.

Pemain Kota Komba sempat terjatuh karena dihadang oleh pemain Lembata Fc. Bangun dan kembali melanjutkan serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Namun rupanya dewi fortuna masih berpihak pada Lembata Fc. Pemain nomor punggung 2 kembali berhasil memasukan bola di gawang Kota Komba melalui sebuah tendangan keras dari area depan gawang. Kiper terkecoh terhalangan pemain. Gol bertambah membuat kedudukan berubah menjadi 2-1. Pendukung dan penontong menyambut dengan suka cita.

Di menit-menit terkahir tim Kota Komba terus bangkit menekan. Tetapi perjuangan yang dilakukan belum berhasil mengubah kedudukan.

Keunggulan 2-1 Lembata Fc bertahan hingga wasit meniupkan pluit berakhirnya babak kedua. Pertandingan berakhir. Semua pemain meninggalkan lapangan dan saling bersalaman. Tim Lembata Fc dan pendukungnya langsung bergoyang ria merayakan kemenangan dengan suka cita.

Pada momen ini sebelum laga final, Marthen LL Moru, menyerahkan secara simbolis aset IKF kepada Gabriel Zezo, Ketua IKF didampingi  Paulus Weti disaksikan seluruh ketua sektor, penasehat, sesepuh dan masyarakat IKF.

Marthen LL Moru pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh warga Flobamora yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama dirinya memimpin lima tahun.

Selain menyampaikan terima kasih, Marthen juga menyampaikan permohonan maaf jika selama lima tahun menahkodai IKF ada tutur kata, tindakan yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja telah melukai hati dan perasaan masyarakat.

Sementara Gabriel Zezo  mengajak masyarakat Flobamora Mimika terus bersatu dan tetap kompak dalam membangun kebersamaan dalam wadah IKF. **