Timika,papuaglobalnews.com – Menyikapi dinamika persoalan kepengurusan sementara di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS) yang kini menuai polemik oleh tokoh intelektual Amungme dan Kamoro (AMOR) mendapat respon dari Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua I Lemabaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO), Selasa 20 Januari 2026.

Marianus mengemukakan PT. MAS adalah BUMD yang 100 persen saham milik Pemda Mimika. BUMD ini sudah ada sejak lama tahun 2015 dan telah beberapa kali berganti manajemen.

Ia menjelaskan dalam 4 tahun terakhir posisi direktur dijabat oleh Cesar Avianto Tunya dan semua komisaris dan direksi lainnya orang Amungme.

Ia menambahkan berdasarkan Peraturan Daerah penyertaan modal Pemda Rp10 miliar sampai tahun 2023. Namun dari total tersebut Pemkab Mimika sudah menyetor Rp6 miliar.

Ia menambahkan berdasarkan hasil evaluasi dan audit terhadap semua aset Pemkab termasuk PT. MAS, maka pada Juli 2025, melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa berdasarkan temuan Inspektorat dan BPK untuk mendapatkan laporan pertanggungjawaban manajemen.

Ternyata dalam RUPS, diketahui bahwa banyak masalah dari aspek perijinan, ekonomi, aspek manajerial, bisnis, organisasi, aset sampai keuangan tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen terdahulu sehingga sebagai pemegang saham, Bupati dan Wakil Bupati bersama tim Pemkab Mimika menolak laporan manajemen, yang akhirnya memberhentikan semua pengurusnya.

Ia menambahkan setelah memberhentikan semua pengurus terdahulu dan langsung membuat kerjasama pendampingan dengan UNCEN dengan tujuan menyelamatkan BUMD ini.

Dikatakan, dari hasil pendampingan dan evaluasi UNCEN memberikan rekomendasi untuk menghidupkan kembali PT. MAS yang sudah mati suri, dengan cara:

Menunjuk satu orang untuk karateker direktur, satu orang karateker komisaris dan satu orang karateker direktur keuangan.

Pengurus ini bertugas

1. Menyiapkan direksi dan komisaris melalui uji kompetensi dan fit and propertest.

2. Proses perijinan.

3. Membuat bisnis plan

4. Menyiapkan struktur organisasi.

5. Menyiapkan SDM.

6. Menyiapkan kantor dll.

Menurutnya, dengan dasar itu Bupati menunjuk Petrus Yumte sebagai Direktur karateker. Selanjutnya direktur menyiapkan tim yang dapat bekerja sama untuk membantu menyiapkan seluruh perlengkapan dokumennya.

Marianus menambahkan Bupati John bersama Wakilnya sangat memahami alur kerja lembaga atau organisasi.

Lewat pengurus karateker ini mereka akan bekerjasama dengan konsultan untuk mencari orang-orang yang memiliki komitmen kuat dalam membesarkan BUMD.

Marianus mengingatkan semua pihak terutama kaum intelektual AMOR melihat secara jernih dan berbicara secara bijak tanpa prasangka buruk terhadap Bupati.

Lewat pengurus sementara ini akan bekerja bersama tim profesional dan menyelamatkan BUMD untuk kepentingan masyarakat bukan keluarga dan kroni-kroni seperti yang dinilai oleh masyarakat lewat media saat ini.

“Jadi pengurus yang ramai di media itu adalah pengurus karateker atau sementara. Mereka ditugaskan selama enam bulan untuk menyiapkan perusahan termasuk menyiapkan pengurus definitif yang didampingi oleh UNCEN sebagai konsultan,” tegas Marianus.

Marianus melihat Bupati dan Wakil Bupati Mimika sebagai anak Kamoro dan Amungme mempunyai konsep besar bahwa setelah semua persiapan dokumen lengkap akan membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat AMOR yang memiliki kapasitas, kemampuan untuk mengikuti seleksi terbuka sebagai pengurus definitif PT. MAS.

Karena saat ini orang Papua khususnya AMOR sudah banyak berpendidikan tinggi dan memiliki kemampuan dalam mengelola Perusda.

Sebagai tokoh masyarakat Kamoro, ia mengajak semua pihak melihat persoalan ini secara cermat, profesional bukan dengan sikap emosional dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang belum valid yang disebarkan melalui media sosial whatsapp yang dari sisi keakuratan informasi justru meresahkan semua pihak. **