LEMASKO Kecam Oknum Penyebar Hoaks yang Menuding Bupati Mimika Fasilitasi Provokasi Warga Kamoro di Kapiraya untuk Bertikai dengan Suku Mee
Selain itu, Marianus berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Mimika, terus mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Informasi yang menyinggung dan memperkeruh suasana harus dihentikan. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru yang lebih besar,” katanya.
Secara kelembagaan, LEMASKO juga telah melakukan koordinasi dengan para tokoh Kamoro di Kapiraya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks yang menyebut adanya dukungan dari Bupati Mimika.
Marianus menegaskan, siapapun yang memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat Kamoro di Kapiraya dipersilakan memberikan dukungan, terutama bantuan bahan makanan, namun tidak boleh diboncengi kepentingan tertentu.
Terkait penyebaran hoaks tersebut, ia mendesak aparat kepolisian untuk segera melacak dan menindak oknum yang diduga melanggar undang-undang.
“Jika terbukti melanggar hukum, harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku agar ada efek jera,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Bupati Johannes Rettob merupakan putra Kamoro yang lahir dan besar di tanah Kamoro. Selama tidak ada aturan yang melarang, setiap warga negara memiliki hak politik yang sama untuk menjadi kepala daerah.
“Sebelum Indonesia merdeka, para leluhur dan orang tua Bupati Mimika sudah ada di tanah ini, khususnya di Kapiraya. Saat ini kami hidup berdampingan, kawin-mawin, dan membaur bersama Suku Kamoro. Jangan ada pihak yang mencoba memecah belah,” ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Marianus menegaskan bahwa informasi tertulis yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut merupakan hoaks dan bentuk kampanye hitam (black campaign) untuk merusak nama baik serta citra pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong.
“Kami kecam keras informasi hoaks ini. Kami minta pihak-pihak terkait menghentikan penyebaran berita bohong dan lebih dewasa dalam menilai seseorang,” pungkasnya. **
















