Keuskupan Timika akan Gelar Lokakarya Pendidikan YPPK, Uskup Bernardus Ajak Semua Pihak Beri Dukungan
Timika,papuaglobalnews.com – Keuskupan Timika bersama Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) akan menyelenggarakan lokakarya pendidikan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Hotel Swiss Belinn, Jalan Cenderawasih SP2.
Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA melalui kanal YouTube Komsos Keuskupan Timika pada Jumat 10 April 2026, mengajak seluruh stakeholder untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pihak-pihak yang diundang antara lain Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Gubernur Provinsi Papua Tengah, YPPK, PT Freeport Indonesia, para guru, serta seluruh pelaku pendidikan Katolik.
Selain itu, ajakan seru juga ditujukan kepada pastor paroki, para imam, frater, suster, serta seluruh lapisan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan Katolik di wilayah Keuskupan Timika untuk turut ambil bagian dalam lokakarya tersebut.
Uskup Bernardus menjelaskan, lokakarya pendidikan perdana ini memiliki beberapa tujuan utama.
Pertama, sebagai wadah untuk memperoleh masukan dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan dari berbagai pihak, baik dari lima keuskupan di Tanah Papua maupun dari luar Papua, termasuk pihak non-Katolik.
Kedua, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi dan pembaruan seluruh komponen YPPK di wilayah Keuskupan Timika, mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA, guna meningkatkan kualitas pendidikan sesuai visi dan misi YPPK.
Ketiga, melalui lokakarya ini diharapkan lahir rekomendasi dari tim ahli sebagai dasar untuk merekonstruksi kebijakan bersama, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta, termasuk PT Freeport Indonesia, dalam mendukung pengembangan pendidikan di masa mendatang.
Uskup Bernardus juga berharap seluruh umat Katolik, termasuk para pastor, frater, dan masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun melalui siaran daring dari pembukaan hingga penutupan, serta memberikan saran dan masukan demi kemajuan pendidikan Katolik.
Dalam beberapa kesempatan khotbah, Uskup Bernardus secara terbuka mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan YPPK saat ini mengalami penurunan signifikan, baik di wilayah perkotaan, pesisir, maupun pegunungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan menyeluruh guna mencapai hasil yang lebih baik ke depan, demi masa depan gereja, bangsa dan negara ini, terkhusus untuk Papua. **


























