Timika,papuaglobalnews.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 13,70 persen atau sebanyak 31.310 jiwa, dengan garis kemiskinan per kapita Rp1.166.466 per bulan.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura, melalui Suwarni yang didampingi Yumna Nur Said Partuspratama selaku Penanggungjawab Tim Sosial BPS Mimika, kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Rabu 11 Februari 2026.

Suwarni menjelaskan, angka kemiskinan tahun 2025 menurun sebesar 0,48 persen poin dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 14,18 persen atau sekitar 32,09 ribu jiwa, dengan garis kemiskinan Rp1.099.143 per kapita per bulan.

Sementara itu, pada tahun 2023 kemiskinan berada di angka 13,55 persen dengan jumlah penduduk miskin 30.310 jiwa dan garis kemiskinan sebesar Rp1.056.252 per kapita per bulan.

“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan, meskipun tidak terlalu signifikan. Namun jumlah penduduk miskin masih cukup besar sehingga tetap perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Suwarni.

Ia menjelaskan, data kemiskinan tersebut bersumber dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan BPS Mimika pada Maret 2025. Penentuan status kemiskinan tidak didasarkan pada pendapatan, melainkan pada pendekatan pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Komponen pengeluaran yang dihitung meliputi kebutuhan pangan dan nonpangan, seperti biaya pendidikan, listrik, air, kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya dengan berbagai variabel yang telah ditetapkan secara nasional.

Menurut Suwarni dan Yumna, komponen pengeluaran terbesar masyarakat masih didominasi kebutuhan pangan pokok, terutama beras, yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga pangan turut mendorong meningkatnya garis kemiskinan per kapita pada tahun 2025.

“Setiap tahun BPS selalu melakukan pembaruan data kemiskinan. Untuk tahun 2026 ini kami sementara melakukan pendataan Susenas yang sesuai jadwal akan dilaksanakan pada Maret mendatang,” jelasnya.