Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap membangun delapan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Mimika Papua Tengah. Pembentukan tersebut berdasarkan hasil survei dan usulan dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika pada tahun 2026 mejalan dengan Program Strategis Nasional (PSN).

Demikian dijelaskan Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, S.Pt., kepada media di ruang kerjanya setelah perayaan HUT ke-81 RI di Pusat Pemerintahan SP3, Senin 17 Agustus 2026.

Clemens menjelaskan, dalam program KNMP di Mimika terdapat tiga hub sebagai penyangga kampung nelayan. Yakni Hub Pomako di Distrik Mimika Timur dengan KNMP penyangga Atuka wilayah Distrik Mimika Tengah. Hub KNMP Distrik Mimika Barat di Kampung Kiura juga penyangga. Di Distrik Mimika Barat Tengah dengan dua kampung penyangga yakni Mupuruka dan Pronggo.

Distrik Amar terdapat dua kampung nelayan yakni Kampung Amar dan Kampung Ipiri.

Distrik Mimika Barat Jauh berada di Kampung Potowaiburu.

Ia menguraikan, pada tahap awal hanya mengusulkan Kampung Atapo. Namun, karena terdapat kendala di lapangan, lokasi tersebut diganti dengan Kampung Kiura di wilayah Distrik Mimika Barat.

Sedangkan pada tahap kedua, diusulkan tujuh kampung nelayan, di antaranya Pomako, Atuka, Mupuruka, Pronggo, Ipiri, Amar dan Potowaiburu. Sehingga total keseluruhan delapan kampung.

Ia mengakui sejauh ini progres di lapangan belum diketahui karena pihak kontraktor belum memberikan laporan.

Clemens berusaha pada 18 Agustus 2026 akan menghubungi kontraktor untuk mengecek sejauh mana perkembangan pengerjaannya di lapangan.

“Bantuan anggaran semua bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan Dinas Perikanan sebagai OPD teknis di daerah hanya mendampingi,” jelasnya.

Ia mengakui, sesuai informasi yang diterima, setiap KNMP akan ditempati masing-masing tiga orang petugas pendamping.

Pembangunan tahap awal di Kiura saat ini sudah masuk pada tahap pembersihan lahan serta pengadaan material yang berada di Kota Timika.

Ia meyakini, akhir Agustus ini seluruh material yang telah dibelanjakan sudah bergeser ke lokasi untuk pembangunan.

Fasilitas pendukung Koperasi Nelayan Merah Putih di kampung penyangga terdiri dari tambatan perahu, pusat pendaratan ikan, gudang es portable berkapasitas 3 ton, kios perbekalan dan sentra kuliner, gedung genset, akses jalan, gapura, IPAL biotek, menara penampungan air, sumur bor serta lampu penerangan.

Sementara itu, fasilitas pada tipe utama/inti atau tipe hub terdiri dari tambatan perahu, pusat pendaratan ikan, gudang pembekuan portable, pabrik es portable berkapasitas 3 ton, sentra kuliner, kios perbekalan, docking perahu dan bengkel, pengelola, tempat sampah, menara air dan penampungan, lampu penerangan kawasan, rumah genset, akses jalan, serta fasilitas IPAL.

Tipe hub (inti) berfungsi sebagai pusat pengumpulan, pengolahan dan distribusi utama.

Sedangkan tipe penyangga berfungsi sebagai titik awal atau basis aktivitas penangkapan ikan bagi para nelayan sehari-hari sebelum hasil tangkapannya dikirim ke kawasan hub.

Ia juga menyebutkan, sesuai informasi yang diterimanya, setiap kampung nelayan mendapat alokasi dana pembangunan sebesar Rp20 miliar.

“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini sebagai penampung hasil tangkapan laut di delapan kampung,” katanya. **