Timika,papuaglobalnews.com – Keluarga Yulius Magai, korban pembunuhan sadis oleh oknum pelaku di Jalan Wage Rudolf Soepratman pada Minggu 29 Maret 2026 siang, kini turun jalan kaki dari Tembagapura menuju Kota Timika. Puluhan anggota keluarga korban memutuskan turun berjalan kaki setelah permintaan fasilitas bus untuk menumpang kepada manajemen PT Freeport Indonesia tidak dikabulkan.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di grup-grup whatsapp berdurasi dua menit dua belas detik pada Senin 30 Maret 2026, terlihat puluhan pria melakukan aksi berlari dan berkumpul sambil berteriak dengan ciri khas Papua pegunungan. Terlihat beberapa orang membawa serta parang.

Pada rekaman video lain, dengan durasi 51 detik telihat masyarakat Kimbeli mendatangi area perusahaan di Tembagapura. Salah seorang tokoh masyarakat Kimbeli dengan tegas meminta agar pihak PT Freeport memberi bantuan lima unit bus pada keesokan harinya untuk turun di Timika melakukan perang.

“Kalau tidak, kalau tidak Freeport kasih bus, saya akan perang di sini. Kalau saya bukan orang Timika bunuh saya, maka orang Kimbeli yang bunuh saya. Orang Kimbeli yang bunuh saya, jadi saya harus perang di Timika. Ini saya sampaikan kepada Freeport dan pemerintah,” tegas pria tesebut dalam rekaman video.