JM, Warga Kwamki Narama Meninggal dengan Puluhan Anak Panah Tertikam di Tubuh
Timika,papuaglobalnews.com – Sadis memang! Darah segar kembali membasahi Kwamki Narama, Kabupaten Mimika Papua Tengah pada Minggu 4 Januari 2026. Seorang warga berinisial JM meninggal dunia setelah puluhan anak panah tertikam sadis di sekujur tubuhnya. JM merupakan bagian dari korban atas peristiwa kasus perselingkuhan yang konfliknya hingga kini belum berhenti.
Dengan meninggalnya JM, kini jumlah korban kedua kubu sudah seimbang, lima orang di kubu Dang dan lima orang di kubu Newengalem.
Video peristiwa meninggalnya JM dengan anak panah tertikam di sekujur tubuhnya viral di media sosial WhatsApp di sejumlah grup.
Yahanes Kemong, Anggota DPRP Papua Tengah dalam komentar keprihatinannya di salah satu grup WhatsApp menuliskan: Korban Konflik Perang di Kwamki Lama 10 Nyawa Sudah dibakar .
Dipihak DANG 5 Nyawa dan Dipihak NEWENGALEM juga 5 Nyawa. Sehingga SEGERA STOB dan Lakukan Patah Panah.
Karena SUDAH SELESAI BAKU BALAS …
Jangan Tambah Perang lagi.. BERHENTI SUDAH..
Perlu diketahui, untuk menyelesaikan persoalang tersebut, sebelum hari Raya Natal dan Tahun Baru, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Kapolda Papua Tengah, Ketua MRP Papua Tengah, Bupati Mimika, Bupati Puncak bersama TNI-Polri sudah melaksanakan rapat mediasi untuk perdamaian di Rimba Hotel. Dalam rapat itu disepakati agar mengakhiri seluruh aksi saling serang yang mengakibatkan jatuh korban jiwa.
Terkait persoalan itu, Sem Bukaleng Wandagau, Ketua Lemasa dalam setiap pertemuan dengan Forkompinda Mimika mendorong aparat penegakan hukum harus berani menangkap serta memproses hukum terhadap para kepala perang dan provokatornya.
Sem menyakini dengan menangkap para kepala perang akan memberikan efek jerah untuk menghentikan aksi saling serang.
Selain itu, ia menegaskan pemerintah atau kelompok manapun hentikan memberikan bantuan apapun kepada masyarakat yang sedang berperang. Karena selama masih ada ketersediaan logistik perang tidak akan berakhir. **














