Jemaat Kingmi Usulkan Pembangunan Kantor Klasis Beoga Barat dan Lapter kepada Wakil Ketua I DPRK Puncak
Puncak,papuaglobalnews.com – Jemaat Kingmi di Tanah Papua Klasis Beoga Barat mengusulkan pembangunan gedung Kantor Klasis Kingmi Beoga Barat dan lapangan terbang (Lapter) kepada Sonny B. Wandikbo, Wakil Ketua I DPRK Kabupaten Puncak Papua Tengah.
Aspirasi ini disampaikan Jemaat Kingmi dalam pelucuran 1000 buku Alkitab, 800 buku buta huruf bahasa Damal tingkat 1-4 dan 200 buku lagu nyanyian bahasa Damal serta 50 buah buku cerita Alkitab di Beoga pada Jumat 26 September 2025.
Selain mengusulkan pembangunan Kantor Klasis Kingmi Beoga Barat, jemaat juga mengusulkan pembangunan lapangan terbang di Beoga Barat, serta percepatan pembangunan di semua sektor, agar masyarakat Beoga Barat merasakan kesejahteraan dan sentuhan pelayanan pemerintah.
Pdt. Andrias Numang, S. Th, Ketua Klasis Beoga Barat menyampaikan pembangunan gedung kantor Klasis Kingmi permanen merupakan suatu kerinduan jemaat selama ini.
“Selama hampir lima tahun kami tidak ada kantor, sehingga rapat-rapat badan pengurus serta semua kegiatan kami adakan di gedung gereja, di honai-honai dan juga di luar-luar. Jadi, pembangunan Kantor Klasis Kingmi Beoga Barat itu kebutuhan sangat vital,” harapnya.
Melianus Numang, Ketua AMKI Papua Tengah mengapresiasi langkah dan semangat Klasis Beoga Barat dalam mengaktifkan Buku Alkitab dan buku buta huruf Bahasa Damal.
Melianus menegaskan ada tiga kunci untuk kemajuan suatu suku, marga dan daerah. Kunci pertama, peran gereja dalam masyarakat harus kuat.
Kunci kedua, pendidikan harus diutamakan. “Jika suatu daerah, orang banyak sekolah tetapi gereja tidak berperan, maka tidak ada kehidupan dan tidak akan maju. Sebaliknya, suatu daerah gereja berkembang, tetapi tidak ada orang pintar maka pembangunan akan lamban dan tidak optimal,” pesannya.
Kunci ketiga, mempertahankan adat istiadat budaya lokal menjadi hal penting sebagai kekuatan.
“Tuhan jadikan kita orang Damal, berarti Ia juga sudah membekali kita dengan segala pengetahuan. Pengetahuan itu kemudian dijadikan budaya dan kebiasaan kita. Budaya jadi pijakan kuat kita,” tegasnya.
Melianus menggarisbawahi gereja, pendidikan dan budaya adalah satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, ibarat dua mata uang koin.
Melianus sangat mendukung aspirasi pembangunan lapangan terbang di Beoga Barat.
“Masyarakat boleh sampaikan usulkan ke DPRK. Tetapi semua intelektual, tokoh agama, tokoh adat serta pemuda dan tokoh perempuan sepakat dan berupaya sama-sama agar harus ada lapangan terbang di Beoga Barat,” ujarnya.
Lapangan terbangan merupakan infrastruktur dasar yang akan mendukung kemajuan pembangunan di daerah gunung lebih khusus Beoga.
“Lapangan terbang kita hanya Beoga, tetapi kita harus berpikir maju dari semua sisih. Pemerintah harus bangun gedung sekolah yang yang layak untuk mendukung proses belajar mengajar, siapkan gedung puskesmas dalam mendukung pelayanan medis di sini,” jelasnya.
Habel Wandagau, S.Pd, mewakili kaum intelektual Puncak mengatakan gereja dan pemerintah harus berjalan beriringan. Dalam melaksanakan kegiatan harus saling mendukung agar pembangunan kerohanian dan fisik di semua sektor dapat berjalan baik dan berimbang.
Ia juga mengajak semua masyarakat harus bersatu dalam mendukung pembangunan.
Sonny Wandikbo, Wakil Ketua I DPRK Puncak menerima aspirasi masyarakat dan berjanji memperjuangkan usulan tersebut dalam sidang pembahasan APBD Induk 2026. **














