Untuk menghindari kecelakaan dan memberikan rasa aman selama latihan, seluruh anak mengenakan rompi pelampung milik SAR Timika sebanyak 16 buah yang dipinjamkan sementara.

Norman mengungkapkan, kegiatan latihan dayung ini juga bertujuan mengalihkan aktivitas anak-anak agar tidak terlibat aksi tawuran yang belakangan terjadi di Nawaripi dan meresahkan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

“Maka kami buat kegiatan latihan dayung agar mencegah jangan ada tawuran lagi. Dan tadi sore di Nawaripi tidak ada tawuran karena kami pulang dari Mile 21 sudah jam 5 sore dan pasti mereka sudah lelah,” jelas Norman.

Ia menambahkan, latihan tersebut menjadi bagian dari program kampung untuk mencari bibit atlet dayung dan renang usia dini yang nantinya diharapkan menjadi aset olahraga bagi Kabupaten Mimika.

“Ini menjadi bagian pembinaan, pembentukan mental, skill, tenaga dan kemampuan bagi anak-anak. Mereka dilatih daya juang, daya tahan dan fokus mencapai puncak juara,” ujarnya.

Norman juga menambahkan, dalam rangka menyukseskan pelaksanaan lomba dayung tradisional, lomba renang dan lomba mancing tingkat anak-anak yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026, Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sebelumnya telah membersihkan kanal lintas sepanjang 600 meter pada Senin 30 Maret 2026 lalu. **