Timika,papuaglobalnews.com – Jelang H-1 pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Papua Tengah, panitia terus mematangkan persiapan terakhir dengan mengadakan technical meeting bersama peserta lomba kategori Tuturu Kitab Suci dan Cerdas Cermat Rohani (CCR) di Aula Bapenda, Jalan Yos Sudarso Mimika, Senin 1 Desember 2025.

Dalam technical meeting beberapa poin yang dibahas diantaranya tata tertib dan hal-hal teknis lainnya berkaitan dengan pelaksanaan lomba tersebut.

Philipus Soter Maturbongs, Koordinator Lomba dan Penjurian Pesparani II Provinsi Papua Tengah menjelaskan kegiatan yang akan berlangsung selama lima ini terdiri dari beberapa kategori yang akan diperlombakan.

Kategori perlombaan itu meliputi lomba Paduan Suara, Mazmur, Cerdas Cermat Rohani (CCR) dan Bertutur Kitab Suci (BKS).

Paduan suara sendiri terdiri dari paduan suara anak-anak, remaja, OMK, PSW, PSP dan PSDC. Untuk mazmur terbagi dalam empat kategori yakni mazmur anak, remaja, OMK dan dewasa. Sementara CCR terbagi dalam dua kategori yakni CCR anak-anak dan dewasa.

Di antara semua kategori ini, kata Philipus hanya dua kontingen yang ikut seluruhnya yakni kontingen dari Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah.

Lebih lanjut dikatakan, untuk busana yang akan digunakan pada perlombaan tersebut disesuaikan dengan kesepakatan dari masing-masing kontingen terkecuali mazmur dan lomba lagu gregorian akan mengenakan jubah agar lebih bernuansa religius identik dengan ciri khas Katolik.

Ia berharap dengan pelaksanaan tehnical meeting hari ini masing-masing peserta lomba sudah mengetahui tata cara pelaksanaannya dan hal-hal teknis yang berkaitan dengan perlombaan yang terjadi pada esok harinya.

“Kami harap pada hari-H nanti para peserta lomba sudah tahu bagaimana tata tertibnya, persyaratan dan kriteria penilaian, keluar masuknya bagaimana agar semuanya dapat berjalan tertib dan lancar,” ungkap Philipus.

Menurutnya, pada intinya panitia sudah sangat siap dalam menggelar perhelatan Pesparani ini, dimana suksesnya acara tersebut akan diperuntukkan bagi kemuliaan Tuhan.

“Panitia optimis dan berusaha seoptimal mungkin agar perhelatan ini bisa berjalan lancar, tertib dan menciptakan suasana kekeluargaan antara satu sama lain,” tuturnya.

Lewat event besar ini terjalin relasi yang kuat, terbangunnya silaturahmi dan tercipta semangat kekeluargaan baik di lingkungan pemerintahan, masyarakat dan gereja. **