Timika,papuaglobalnews.com – Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengemukakan saat ini tim inspektur tambang Kementerian ESDM bersama Freeport sementara berupaya mengecek area-area underground sedalam kurang lebih 300 kilometer dari permukaan bumi mana saja yang bisa diproduksi.

“Sekarang kita lagi cari solusi agar produksinya harus tetap hati-hati, tetapi tetap berjalan dengan baik,” jelas Bahlil dalam jumpa pers kepada awak media setelah membuka Musda II DPD Golongan Karya Papua Tengah disalah satu hotel di Timika, Jumat 7 November 2025.

Ia mengungkapkan Freeport berhenti sementara operasi tambang mengingat baru-baru mengalami musibah longsor lumpur basah di tambang bawah tanah menewaskan tujuh orang karyawan. Seluruh korban sudah ditemukan.

“Untuk implementasi kedepan pada area yang mengalami musibah masih dalam tahap pengawasan. Sekarang menunggu masa pengecekan untuk mengetahui apa penyebab sesungguhnya,” jelasnya.

Dikatakan, sambil menunggu masa pengecekan daerah longsor ada kemungkinan melakukan aktivitas di area lain yang tidak mengalami longsor.

Menurutnya, tambang harus diproduksi supaya pasca musibah longsor tidak ada karyawan yang menganggur.

Selain itu, lanjut Bahlil dengan PT Freeport tidak melakukan produksi akan berdampak pada Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika, termasuk PAD bagi hasil bagi Provinsi Papua Tengah juga tidak akan maksimal. Karena PAD Papua Tengah khususnya Mimika terbesar 70 persen bergantung pada tambang.  **