“Jangan hidup terputar di kampung,” tegasnya.

fac8c3ba 01ed 4905 beb7 5615a83e75e4
Kondisi jalan menuju Mioko yang belum ditimbun dipenuhi rumput liar, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto-papuaglobalnews.com/Antonius Juma Songa).

Selain itu, Primus menekankan pentingnya menjaga adat istiadat sekaligus menghormati gereja sebagai warisan leluhur dan sumber nilai kehidupan.

Menurutnya, adat dan gereja seharusnya berjalan berdampingan tanpa saling merendahkan atau meninggikan.

“Hari ini kita melupakan gereja atau adat. Gereja kosong dan kita harus menjunjung Tuhan sebagai pemilik nafas hidup ini. Hal inilah yang menyebabkan orang Mimika-Kamoro sedikit terpuruk. Kita baru naik dan jangan lupa Tuhan dan adat istiadat,” katanya.

Sebagai informasi, akses jalan menuju Mioko dari jalan utama sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Hingga kini sekitar satu kilometer sudah dirabat beton, sekitar empat kilometer sedang dalam tahap penimbunan, sementara sisanya masih berupa jalan tanah ditumbuhi rumput liar. **