Ini Komitmen, Janji dan Pesan Ketua DPRK Mimika pada Momen Ritual Adat Penancapan Patung Mbitoro di Kampung Mioko
“Jangan hidup terputar di kampung,” tegasnya.

Selain itu, Primus menekankan pentingnya menjaga adat istiadat sekaligus menghormati gereja sebagai warisan leluhur dan sumber nilai kehidupan.
Menurutnya, adat dan gereja seharusnya berjalan berdampingan tanpa saling merendahkan atau meninggikan.
“Hari ini kita melupakan gereja atau adat. Gereja kosong dan kita harus menjunjung Tuhan sebagai pemilik nafas hidup ini. Hal inilah yang menyebabkan orang Mimika-Kamoro sedikit terpuruk. Kita baru naik dan jangan lupa Tuhan dan adat istiadat,” katanya.
Sebagai informasi, akses jalan menuju Mioko dari jalan utama sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Hingga kini sekitar satu kilometer sudah dirabat beton, sekitar empat kilometer sedang dalam tahap penimbunan, sementara sisanya masih berupa jalan tanah ditumbuhi rumput liar. **




































