Selain itu, Gregorius berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat lebih serius memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Kamoro. Ia menilai selama ini kepedulian pemerintah daerah masih belum maksimal.

Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bupati dan Wakil Bupati sebagai putra Kamoro dan Amungme dapat mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar guna mendukung pengembangan pendidikan Suku Kamoro.

Gregorius menambahkan, setelah asrama tiga lantai tersebut dibangun lengkap dengan seluruh fasilitas pendukungnya, pengelolaan ke depan diharapkan dapat ditangani oleh pihak lain tidak lagi berada di bawah Keuskupan Timika dalam hal ini Solus Populi.

“Kami nanti minta bermitra dengan aparat TNI-Polri, agar memberikan pendampingan dan pembinaan lebih disiplin. Sedangkan dari sisi kerohaniannya tetap mendapat pendampingan,” ujarnya.

Pembangunan asrama berskala besar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Kamoro di Mimika.

Ia menegaskan Kamoro sudah waktunya harus bangkin melalui jalur pendidikan sebagai persiapan untuk menjadi calon pemimpin di daerah ini dan bukan menjadi penoton.

Kepada putra-putri Kamoro, Geri mengingatkan terus semangat belajar mengejar cita-cita karena anggaran untuk membiayai pendidikan sudah tersedia.  **