Freeport Siap Bangun Asrama Tiga Lantai Berkapasitas 300 Anak untuk Kamoro di Timika
Timika,papuaglobalnews.com – PT Freeport Indonesia menyatakan kesiapannya membangun asrama putra-putri berkapasitas 300 anak untuk mendukung pendidikan generasi Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO), Gregorius Okoare, saat kunjungan penyerahan bantuan perlengkapan dari Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) bagi 100 anak Kamoro yang tinggal di Asrama Putra Solus Populi, Jalan Ahmad Yani, Jumat 13 Februari 2026.
Menurut Gregorius, asrama yang akan dibangun berlokasi di Jalan Cenderawasih SP2, tepatnya di belakang GKI Diaspora. Bangunan tersebut direncanakan tiga lantai di atas lahan seluas kurang lebih empat hektare.
“Freeport sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk pembangunan asrama ini. Prosesnya sudah dibahas sejak tahun lalu di Jakarta bersama YPMAK dan LEMASKO,” jelasnya.
Ia mengatakan, asrama tersebut akan diperuntukkan bagi anak-anak Kamoro yang melanjutkan pendidikan jenjang SMP dan SMA/SMK di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB).
Gregorius menilai pembangunan asrama ini menjadi bukti nyata kemitraan antara LEMASKO, YPMAK, dan PT Freeport Indonesia yang telah terjalin selama puluhan tahun di Mimika. Rencana pembangunan ditargetkan mulai tahun ini atau paling lambat pada 2027.
Ia juga mengimbau seluruh pihak, khususnya masyarakat, agar tidak mengganggu aktivitas operasional PT Freeport Indonesia. Menurutnya, perusahaan tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Suku Kamoro, Amungme, serta lima suku kekerabatan lainnya, khususnya di bidang pendidikan.
“Bantuan pendidikan dari Freeport untuk anak-anak dua suku dan lima suku kekerabatan hingga meraih gelar doktor di dalam dan luar negeri sudah sangat nyata,” ujarnya.
Selain itu, Gregorius berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat lebih serius memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Kamoro. Ia menilai selama ini kepedulian pemerintah daerah masih belum maksimal.
Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bupati dan Wakil Bupati sebagai putra Kamoro dan Amungme dapat mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar guna mendukung pengembangan pendidikan Suku Kamoro.
Gregorius menambahkan, setelah asrama tiga lantai tersebut dibangun lengkap dengan seluruh fasilitas pendukungnya, pengelolaan ke depan diharapkan dapat ditangani oleh pihak lain tidak lagi berada di bawah Keuskupan Timika dalam hal ini Solus Populi.
“Kami nanti minta bermitra dengan aparat TNI-Polri, agar memberikan pendampingan dan pembinaan lebih disiplin. Sedangkan dari sisi kerohaniannya tetap mendapat pendampingan,” ujarnya.
Pembangunan asrama berskala besar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Kamoro di Mimika.
Ia menegaskan Kamoro sudah waktunya harus bangkin melalui jalur pendidikan sebagai persiapan untuk menjadi calon pemimpin di daerah ini dan bukan menjadi penoton.
Kepada putra-putri Kamoro, Geri mengingatkan terus semangat belajar mengejar cita-cita karena anggaran untuk membiayai pendidikan sudah tersedia. **














