Yahukimo,papuaglobalnews.com – TPNPB umumkan duka nasional atas gugurnya dua prajurit terbaik di Yahukimo. Kedua anggota TPNPB ini atas nama Albert Heluka dan Mianus Sigap  gugur dalam aksi baku tembak dengan TNI di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada 20 Agustus 2026 sekira pukul 05.00 WIT.

Informasi ini sesuai siaran pers ke III yang dikeluarkan Sebby Sambom, Jubir Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Sebby mengungkapkan informasi kebenaran kedua anggota TPNPB gugur dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dilaporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjend Egianus Kogeya bersama Komandan Batalyon WSM, Mayor Nabianus Kerebea, bersama Wakil Komandan Batalyon Yoel Nahen dan Komandan Operasi, Asbak Koranue.

Keduanya anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon WSM.

Almarhum Albert Heluka dan Mianus Sigap bergabung bersama TPNPB sejak tahun 2024. Keduanya disebut pasukan terbaik yang banyak terlibat dalam medan perang melawan aparat militer Indonesia hingga sejumlah aparat militer Indonesia gugur di tangan mereka dalam aksi kontak senjata.
Atas jasa dan pengorbanannya demi bangsa dan Tanah Air maka secara resmi TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma bersama TPNPB Kodap XVI Yahukimo menggumumkan duka nasional kepada semua pihak.

“Secara resmi kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah menyerahkan anaknya bergabung bersama TPNPB hingga gugur demi bangsa dan Tanah Air demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961,” tulis Sebby.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar tetap setia dan siap sedia dalam medan operasi dan fokus pada tugas dan tanggungjawab negara Papua.

“Jika ada hal-hal yang mencurigakan dalam medan operasi maka eksekusi mati wajib dilakukan. Karena jika tidak menembak maka kami akan ditembak. Pesan ini harus dipegang selama menjalankan tugas dan tanggung jawab demi bangsa dan rakyat Papua,” tulis Sebby. **