DTPHP Mimika Dampingi Masyarakat Tani di Tiga Distrik Selama Tiga Bulan
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika Papua Tengah memberikan pendampingan, pelatihan dalam program Detasering dan Sekolah Lapang Pertanian kepada petani atau pekebun di Distrik Jita, Agimuga dan Mimika Tengah selama tiga bulan.
Abdul Haris Sudharmono, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika melalui Bernard D. Ansaka, Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Sarana Pertanian menjelaskan program ini sudah berjalan sejak September hingga November 2026.
Bernard menyampaikan program Detasering dan Sekolah Lapang Pertanian yang tim sudah jalankan di Jita dan Mimika Tengah, sedangkan di Agimuga masih disesuaikan dengan kalender air.
Dalam program ini para petani mendapat pendampingan secara langsung mulai dari penyiapan lahan, pembuatan bedeng, cara menyiapkan tempat menyemaikan bibit. Selain itu melatih menanam dalam budidaya bibit tanaman hortikulutra dan pangan yang benar.
Melalui pelatihan dan pendampingan sekolah lapang pertanian, masyarakat petani juga diberi motivasi untuk terus berkebun dan menanam tanaman pangan seperti umbi-umbian, keladi, patatas, singkong dan tanaman holtikultura berupa sayur-sayuran. Petani juga diajari cara pemupukan yang benar agar menghasilkan tanaman yang berkualitas.
Bernard mengakui selama menjalankan program ini petugas tetap tinggal bersama petani selama tiga bulan hingga panen.
Program serupa ini juga sudah dijalan tahun anggaran 2025 lalu di Distrik Mimika Barat Jauh dan Distrik Tembapura.
Selain bantuan bibit pangan dan hortikultura, Bernard menyebutkan DTPHP juga bagikan peralatan kerja seperti parang, skop dan hand sprayer yang digunakan untuk menyemprot pupuk cair seperti pupuk organik cair dan pestisida.
Ia berharap adanya sekolah lapang pertanian ini masyarakat semakin giat berkebun, memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah untuk tanam tanaman hortikultura dengan tujuan masyarakat tidak kekurangan pasokan kebutuhan pangan keluarga.
Menurutnya, dengah hasil kebun yang baik selain dimakan sendiri untuk kebutuhan keluarga dapat juga dijual kepada masyarakat lain sebagai sumber pendapatan ekonomi keluarga. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















