“Pasien hipertensi dan diabetes membutuhkan pemantauan secara rutin. Karena itu, koordinasi pelayanan menjadi penting agar pasien tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut secara berkelanjutan,” kata Linus.

Pertemuan itu juga diisi dengan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang ditemukan dalam pelayanan. Peserta diberikan kesempatan membahas alternatif atau solusi serta langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia mengatakan hasil koordinasi dituangkan dalam kesepakatan dan rencana tindak lanjut sebagai acuan bersama untuk memperkuat pelayanan PTM di Kabupaten Mimika. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesinambungan layanan sekaligus membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.