Penertiban Depan Perumahan Pemda SP2 Dinilai Pilih Kasih, Ini Penjelasan Kasat Pol PP Mimika di Hadapan Mama-mama OAP di Kantor Bupati SP3
Yulius mengakui dalam penindakan seperti ini kadang ada yang paham dan ada yang tidak. Di satu sisi pasti terjadi pro dan kontra.
Yulius juga menegaskan dalam penertiban ini sebenarnya tidak ada pilih kasih. Langkah tegas ini sebagai respons atas pengaduan masyarakat melalui Bupati.
Selain di depan Perumahan Pemda SP2, Yulius berencana menertibkan mama-mama penjual noken, rokok di sekitar Bundaran Timika Indah.
“Kami punya rencana ke depan, mungkin besok minggu-minggu depan ini, nanti kami tertibkan yang di Bundaran Timika Indah. Itu kan di bundaran tidak bagus kelihatannya,” tegasnya.
Ia memastikan dalam penertiban ini tidak ada permintaan ganti rugi dan lain-lain.
Meskipun demikian, Yulus mengaku sedikit kecewa dalam menerima aspirasi mama-mama di Kantor Bupati. Karena ada beberapa warga yang bukan menjual di depan Perumahan Pemda SP2 justru ikut datang menyampaikan aspirasi.
“Ada warga yang paham, ada warga yang tidak paham. Cuma tadi agak kecewa sedikit, itu karena yang tampil di depan bukan mama-mama yang biasa jualan di situ. Ada wajah-wajah baru, orang lain yang berbicara soal itu. Saya tidak tahu itu dari masyarakat kah atau dari mahasiswa kah,” tutur Yulius.
Ia mengharapkan mama-mama yang datang menyampaikan aspirasi dengan hati yang tenang kepala dingin supaya bisa diajak duduk bicara mencari solusi.
Yulius juga berencana memerintahkan stafnya untuk mengundang sekitar enam orang mama-mama yang berjualan di depan Perumahan Pemda SP2 untuk bertemu dengannya pada besok, Selasa 3 November 2026.
“Kita penertiban ini kan pasti ada pro dan kontra, ada yang terima dan ada yang tidak terima. Hal itu wajar terjadi. Jadi, kita tidak salahkan mama-mama ini juga. Mereka juga mempertahankan hidup atau untuk biaya anak sekolah dan lain-lain,” tuturnya.
Ia mengungkapkan sebenarnya pemerintah tidak melarang mama-mama berjualan namun masalah lokasinya yang kurang pas.
Namun, ia memastikan apapun itu kendalanya ataupun persoalan pasti ada solusi.
Selepas dari Kantor Bupati, massa yang merasa tidak puas karena permintaan ganti rugi belum dipenuhi pemerintah terpaksa melakukan aksi pemalangan Jalan Cenderawasih depan Perumahan Pemda SP2. Puluhan kendaraan roda empat dan dua dari kedua arah terpaksa memutar balik mengikuti jalan poros SP2-SP5 – Hasanuddin. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


