“Jadi kita mengubah dari perang sesungguhnya menjadi perang-perangan ke arah yang positif sebagai aset budaya yang perlu dilestarikan,” ujar Kemong.

Ia menambahkan, program tersebut akan menjadi bagian dari agenda Bupati dan Wakil Bupati ke depan. Namun dalam jangka pendek, fokus utama tetap pada pengamanan serta menjaga wilayah agar tetap kondusif.

Dalam kesempatan itu, Kemong juga menyampaikan bahwa atas saran Kapolres Mimika, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih diupayakan masuk ke wilayah Kwamki Narama. Melalui koperasi tersebut, para pendulang dapat menjual emas hasil dulangan mereka secara langsung.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pembebasan 11 tahanan tersebut menandai berakhirnya seluruh proses perdamaian konflik Kwamki Narama.

Ia menekankan, apabila ke depan masih ada pihak yang memicu konflik baru, maka akan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku oleh aparat penegak hukum. **