Timika,papuaglobalnews.com – Temmy Satya, Deputi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi (Kemenkop UKM) RI bersama Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong meletakan batu pertama secara simbolis pembangunan Sentra UMKM Noken Mimika Koperasi Merah Putih Kampung Mawokauw Jaya dan Koperasi Cinta Kasih Amuro di Kabupaten Mimika di halaman Kantor Distrik Wania, Kelurahan Wonosari Jaya, SP4, Senin 6 Oktober 2025.

Turut meletakan batu pertama, Nobertus Mote, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Tengah, Merlyn Temorubun, Plt. Kepala Distrik Wania, Samuel Yogi, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzi Rettob. Batu dan campuran semen tersebut kemudian diberkati oleh RP. Didimus Kosi, OFM.

Hadir dalam acara seremonial peletakan batu pertama para lurah dan kepala kampung wilayah Distrik Wania dan pengurus Koperasi Merah Putih.

Peletakan batu pertama ini “Dengan Semangat HUT Mimika ke-29, Kita Wujudkan Mimika Smart City yang Inovatif dan Berintegritas”.

Bupati John Rettob  dalam sambutan mengungkapkan di Mimika sudah terbentuk 153 Koperasi Merah Putih yang merupakan proyek strategis Pemerintah Pusat dan telah berbadan hukum. Mendukung pengelolaan Koperasi Merah Putih ini sudah ada 17 orang pendamping, terbanyak di Papua Tengah.

Di hadapan Deputi UMK Kementerian Koperasi, John meminta agar gaji 17 pendamping dibayar oleh  Kementerian Koperasi jangan lagi dibebankan di Pemerintah Kabupaten Mimika, mengingat tahun 2026 terjadi pemotongan anggaran senilai Rp1,5 triliun oleh Pemerintah Pusat dengan adanya efisiensi.

John berharap dana yang dipotong Pempus sebesar itu dapat disalurkan ke Mimika.

Selain itu, John menyampaikan luas wilayah Kabupaten Mimika mulai dari pantai sampai gunung 21 ribu persegi.

Mimika sangat kaya akan sumber daya alam (SDA). Salju dengan kedinginan terbaik di dunia serta gunung tertinggi dan Freeport ada di Mimika. Namun masyarakat sendiri hidupnya belum kaya.

Ia berharap lewat kehadiran Koperasi Merah Putih masyarakat Mimika semakin baik, PDRBnya juga naik dan tingkat inflasinya menurun.

John mengakui sember APBD Mimika 80 persen dari PTFI.

“Kalau Freeport tidak produksi akan berdampak pada kami di Timika sebagai daerah penghasil,” jelas John.

John juga mengungkapkan Kabupaten Mimika dipublis Badan Pusat Statik (BPS) Pusat bahwa pertumbuhan ekonomi terendah di Indonesia namun kontribusi ekonomi nasionalnya terbesar dari Mimika.

Selain itu, John paparkan penduduk Mimika berjumlah 300 ribu dengan beragam suku, agama, adat dan budaya. Sehingga pemerintah mengusung tagline ‘Mimika Rumah Kita’.

“Rumah ini milik dua suku besar (Kamoro dan Amungme) dengan moto Eme Neme Yauware. Dan kita yang datang harus jaga. Untuk semangat buat Mimika maju menuju Gerbang Emas,” jelas John.

Ia menambahkan, Mimika kini membuka diri menerima investor masuk menanamkan modalnya di Timika. Sebagai bentuk mendukung investasi, pemerintah memberikan keringanan penghapusan denda pajak serta mempermudah pengurusan izinnya.

John meminta kepada Samuel Yogi, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMK Mimika terus mengkawal agar Koperasi Merah Putih dapat berjalan baik. **