Timika,papuaglobalnews.com –  Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika dalam menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru pada 2026, Badan Urusan Logistik (Bulog) Timika kini menyiapkan 3500 ton beras. Jumlah ini terdiri dari 1500 ton yang sudah ada di dalam gudang sementara 2000 ton dalam perjalanan pengiriman.

Demikian disampaikan Riki Jailani Iba, Asisten Manajer Operasional Bulog Timika di sela-sela Sidak oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mimika di Gudang Bulog pada Jumat 5 Desember 2025.

Sidak ini untuk memastikan persediaan beras, minyak goreng daging ayam dan gas elpiji menjelang Nataru.

Riki mengungkapkan dengan menguasai beras 3500 ton ini mampu bertahan hingga tiga bulan kedepan sampai tahun 2026. Bulog menerima beras dari daerah produsen Jawa Timur dan Sulawesi, sedangkan dari Merauke untuk sementara masih kosong.

Riki mengungkapkan dalam upaya menstabilkan harga di pasaran Bulog selalu siap bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah baik jenis medium, premium, minyak goreng dan gula pasir.

Ia menyebutkan harga beras medium di Gudang Bulog per kilo Rp11.600,00 dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di konsumen  Rp13.500 perkilogram.

Saat ini Bulog juga menguasai minyak goreng komersil sebanyak enam ton atau 6000 liter Merk Letizia, dengan harga perliter Rp21.000.

Selain beras, minyak goreng kata Riki Bulog juga menyiapkan 50 ton gula pasir.

“Beras, minyak goreng dan gula ini kita lebih fokus untuk Mimika dalam mendukung upaya stabilitas harga, jatah beras ASN-TNI-Polri serta bantuan pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan ketersediaan beras yang ada saat ini juga untuk program bantuan pangan beras dan minyak goreng di tiga kabupaten, yakni Mimika, Puncak dan Nduga untuk alokasi Bulan Oktober dan November. Karena masih menunggu minyak goreng  tiba maka pendistribusian baru dilaksanakan pada Desember  ini.

Kepada masyarakat Mimika dalam menghadapi Nataru, Riki menghimbau tidak perlu kuatir karena persediaan beras, minyak goreng dan gula pasir dalam kondisi aman hingga tiga bulan kedepan. Saat ini juga Bulog didukung oleh TNI-POLRI Mimika dalam melaksanakan GPM setiap hari.

“Karena sesuai perintah dari pusat, Bulog Timika tetap melakukan stabilitas harga di pasar lewat Gerakan Pangan Murah yang dilakukan oleh Bulog, Pemerintah Daerah, TNI dan POLRI,”  ujarnya. **