Santi Sondang, Asisten II Setda Mimika, didampingi Ramli, Sekretaris DLH Mimika, dan Dr. Abdul Muin, Kepala Pusdal LH Papua, menabuh tifa secara bersama-sama membuka kegiatan, Kamis, 20 Agustus 2026.
(Foto: Anton Juma Songa/papuaglobalnews.com).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Mimika Johannes Rettob secara terbuka mengingatkan kepada para pelaku usaha yang bergerak di berbagai bidang agar lebih bertanggungjawab terhadap pemeliharaan keberlanjutan lingkungan, termasuk dalam pengelolaan dan penataan sampah yang dihasilkan setiap hari.

Pesan untuk menjaga lingkungan tersebut disampaikan Bupati John dalam sambutan yang dibacakan Santi Sondang, Asisten II Setda Mimika, pada Kampanye Pembinaan Penataan Fasilitas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang dirangkai dengan Penyuluhan dan Kampanye Lingkungan Hidup bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerjasama dengan Pusdal LH Papua berlangsung di salah satu hotel di Timika, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menegaskan, lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Udara yang bersih, air yang sehat, lingkungan yang tertata, serta ekosistem yang terjaga merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama.

“Meningkatkan pembangunan dan aktivitas ekonomi memang sangat dibutuhkan demi kesejahteraan masyarakat. Namun, pembangunan harus dilaksanakan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” pesannya.

Ia mengkhawatirkan jangan sampai kemajuan yang dicapai hari ini justru menimbulkan kerusakan dan persoalan lingkungan jangka panjang yang harus ditanggung oleh generasi akan datang akibat dari kelalaian dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mengajak agar kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan di bidang lingkungan hidup menjadi komitmen bersama.

Hal tersebut dimulai dari pemenuhan kewajiban lingkungan, pengelolaan limbah, pencegahan pencemaran, hingga upaya menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.

Pemerintah, kata Bupati, pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, kegiatan usaha tersebut tetap harus dilaksanakan secara bertanggungjawab dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kesadaran tersebut harus dimulai dari diri kita masing-masing, dari lingkungan keluarga, tempat kerja, tempat usaha, hingga lingkungan masyarakat. Hal-hal sederhana seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan, tidak membuang limbah sembarangan, menghemat sumber daya, serta menjaga sumber air merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” pesannya memotivasi.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mengurangi volume sampah, selama kegiatan berlangsung panitia tidak menyediakan air minum dalam kemasan (Aqua), melainkan menggunakan galon dan gelas yang diambil langsung dari dispenser. **