Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika.

“Siapa tahu ke depan kita bisa bangun mal di sana. Karena wilayah itu akan kita buka sebagai pusat ekonomi baru,” jelasnya.

John berharap, dengan pembangunan yang terencana, Distrik Kwamki Narama dapat menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat sebagai daerah rawan konflik.

“Dengan pembangunan ini, kita ingin menghapus stigma sebagai wilayah merah dan menciptakan wajah baru Kwamki Narama sebagai kawasan yang maju dan terbuka,” pungkasnya. **