BUMDes Nawaripi Jaya Resmi Terdaftar di Kemendes PDTT, Targetkan Desa Swasembada Diakhir 2026
Saat ini, BUMDes Nawaripi Jaya telah mengelola sejumlah unit usaha produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya pengelolaan wisata rohani dan kolam pemancingan yang menghasilkan hampir Rp30 juta per tahun. Khusus pendapatan dari wisata rohani disalurkan ke gereja-gereja lokal sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Selain itu, BUMDes juga menyediakan layanan penjualan air bersih bagi masyarakat yang sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK), serta mendukung sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan operasional TK-PAUD dan dukungan terhadap Balai Latihan Kerja (BLK).
Dengan legitimasi yang semakin kuat, BUMDes Nawaripi Jaya menyatakan kesiapan untuk bersaing secara sehat dan konstruktif dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Mimika.
Rafael Taorekeyau, Direktur BUMDes Nawaripi Jaya menegaskan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
“Kami menargetkan pengembangan sektor pertanian, peternakan ayam, dan budidaya ikan. Kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari tanah, air, dan udara Papua, khususnya Mimika. Kami siap bersinergi,” tegas Rafael.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang terus memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, guna menciptakan ekosistem kemitraan yang sehat dan berkelanjutan.
BUMDes Nawaripi Jaya merupakan badan usaha resmi milik Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Melalui pengelolaan potensi sumber daya alam dan jasa lokal, BUMDes ini menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan sasaran pada akhir 2026 Kampung Nawaripi naik status dari Desa Mandiri menjadi desa swasembada. **














