Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mimika serta pendamping Dana Desa (DD) mengunjungi Kampung Nawaripi dan aset BUMDes Nawaripi Jaya di Mile 21 pada Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Tim Auditor BPKP, kehadiran mereka selain melakukan pra pemeriksaan juga untuk melihat langsung aset milik BUMDes Nawaripi Jaya.

Dalam kunjungan ke aset BUMDes Nawaripi Jaya di Mile 21, mereka meninjau langsung kondisi kolam ikan milik BUMDes, Gua Maria Pelindung Abadi serta kolam dayung tradisional seluas 600 meter persegi didampingi Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun bersama aparat kampung.

Pada kunjungan tersebut, tim audit menanyakan unit usaha apa saja yang dikelola BUMDes Nawaripi Jaya. Saat ini BUMDes mengelola depot air bersih, tempat wisata rohani Gua Maria Pelindung Abadi, serta kolam ikan yang menjadi sumber pendapatan kampung.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengatakan BUMDes Nawaripi Jaya sudah terbentuk sejak tahun 2021 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Kampung. Pada tahun 2025 pemerintah kampung memproses dokumen akta di Kementerian Desa, selanjutnya dokumen yang sama diproses ke Kementerian Hukum RI.

“Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Desa, jawabannya masih menunggu pengesahan SK dari Kementerian Hukum RI. Jadi kami menunggu saja sementara BUMDes tetap jalan. Khusus depot air sudah memiliki fiskal dan kendaraan operasional. Juga ada buku tabungan BUMDes yang selama ini membantu operasional kampung,” kata Norman.

Mengenai pendapatan BUMDes, Norman menjelaskan selama ini belum ada bagi hasil karena pengelolaan BUMDes belum tertata dengan baik.

Norman sependapat dengan usulan Tim Auditor BPKP Papua Tengah agar diadakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi pengelola BUMDes. Dengan adanya Bimtek, pengelola dapat dibimbing dalam menata administrasi dan keuangan BUMDes secara baik.

Ia juga menjelaskan lokasi wisata Mile 21 memiliki luas sekitar 35 hektar dengan wahana yang baru dibangun meliputi kolam ikan, wisata rohani Katolik Gua Maria serta kolam dayung tradisional.

Keberadaan kolam ikan dan Gua Maria menjadi favorit masyarakat yang berkunjung ke Mile 21. Kolam ikan dan tempat wisata Mile 21 tersebut diresmikan oleh Pj. Bupati Mimika Yonathan Demme Tangdilintin yang juga Direktur Pelatihan Antikorupsi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Pembangunan lokasi wisata ini menggunakan dana desa sejak tahun 2021.

“Tahun ini dana yang turun tinggal Rp300 juta, kampung tidak bisa bangun tempat wisata ini. Tapi jika kerja sama pengambilan pasir di PTFI dijawab maka pembangunan lokasi ini bisa berjalan efektif,” kata Norman.

Norman berharap mendapat dukungan dari DPMK Mimika untuk membangun lokasi wisata tersebut.

Sebagai Ketua APDESI Mimika, Norman juga meminta DPMK mendukung rencana APDESI untuk mengajak seluruh kampung membentuk media kampung. Sedangkan untuk distrik yang jauh, direncanakan cukup satu distrik satu media.

Norman mengungkapkan media kampung penting untuk memudahkan pengawasan pemerintah tingkat atas maupun APDESI.

“Itu menjadi program APDESI dan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat dengan semua kepala kampung,” katanya. **