BMKG Peringati Empat Kabupaten di Papua Tengah Berstatus Rawan Banjir, Warga Diminta Waspada
Timika,papuaglobalnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Papua Tengah. Sedikitnya empat kabupaten teridentifikasi berada dalam kategori rawan banjir berdasarkan prakiraan cuaca terbaru yang berlaku, Minggu 3 dan Senin 4 Mei 2026.
Keempat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Intan Jaya.
Wilayah-wilayah ini diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu banjir, terutama di daerah dataran rendah dan bantaran sungai.
BMKG menyebutkan bahwa di Kabupaten Mimika, hampir seluruh distrik berpotensi diguyur hujan sejak pagi hingga dini hari. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Paniai, khususnya di wilayah Aradide, Ekadide, dan sekitarnya yang masuk dalam zona risiko tinggi.
Sementara itu, di Kabupaten Puncak Jaya, hujan diprediksi turun merata di beberapa distrik seperti Fawi, Mewoluk, dan Dagai. Adapun di Kabupaten Intan Jaya, wilayah Biandoga dan Hitadipa juga menunjukkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.
Selain empat kabupaten tersebut, BMKG juga mencatat potensi serupa di wilayah lain seperti Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Nabire, meskipun tingkat risikonya bervariasi.
Peta indeks bahaya yang dirilis menunjukkan beberapa titik dengan kategori sedang hingga tinggi, ditandai warna kuning hingga merah. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi genangan air, meluapnya sungai, hingga banjir bandang di wilayah tertentu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Warga juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari instansi terkait demi keselamatan bersama. **






