BMKG Nabire Imbau Warga Papua Tengah Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Longsor
Timika,papuaglobalnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan prakiraan cuaca daerah rentan tanah longsor di sejumlah kabupaten di Papua Tengah yang berlaku mulai 27 Mei 2026 pukul 07.00 WIT hingga 28 Mei 2026 pukul 07.00 WIT.
Dalam laporan tersebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Puncak, Mimika, Intan Jaya, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, Nabire dan Paniai diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu terjadinya bencana tanah longsor, banjir serta pohon tumbang.
Daerah-daerah pegunungan seperti Gome, Beoga, Sinak, Ilaga, Wangbe, Pogoma, Sugapa, Hitadipa, Agisiga, Tembagapura, Jila, Alama, Ilu, Fawi, Torere hingga Mewoluk masuk dalam kategori rawan karena memiliki tingkat kerentanan longsor sedang hingga tinggi berdasarkan Peta Kerentanan Tanah Longsor InaRisk BNPB.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Mimika, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah distrik seperti Tembagapura, Kuala Kencana, Hoya, Jila, Alama dan Agimuga. Kondisi cuaca tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta akses transportasi darat.
Untuk wilayah Kabupaten Nabire dan Paniai, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada siang hingga malam hari yang diprediksi didominasi hujan.
Menghadapi situasi tersebut, masyarakat dihimbau yang tinggal di daerah lereng, bantaran sungai dan wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan durasi panjang.
Selain itu masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di daerah rawan longsor ketika hujan lebat terjadi serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.
BMKG juga meminta pemerintah daerah, aparat kampung dan tim tanggap bencana di masing-masing wilayah agar bersiaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. **















