Bebas dari Virus Kanker Leher Rahim, Berikut Pesan Edukasi Dokter Leonard Pardede
Timika,papuaglobalnews.com – Salah satu penyakit yang kebanyakan dialami bahkan mematikan oleh kaum wanita tumor rahim atau kanker leher rahim (Kanker Serviks).
Dokter Leonard Pardede, Direktur RS Kasih Herlina Timika mengungkapkan munculnya kanker leher rahim (kanker serviks) bersumber dari Human Papiloma Virus (HPV). Penularannya melalui hubungan seksual yang bergonta ganti pasangan.
Ia menyebutkan HPV paling tinggi menyebabkan kanker rahim tipe 18, 31 dan 33.
Untuk mencegahnya, ujar Dokter Leo bagi yang sudah berkeluarga harus setia pada pasangan dan yang belum menikah jangan melakukan hubungan seksual di luar nikah resmi.
Dokter Leo mengungkapkan orang yang terkena HPV tidak hanya berusia muda tetapi hingga usia tua atau sudah masa monopous. Sumber penyebaran virus ini tidak hanya oleh laki-laki tetapi juga dari perempuan.
Ia mengakui di Timika setiap tahun pasien dengan keluhan penyakit ini selalu ada.
Dikatakan, salah satu cara mencegah kanker leher rahim kini ada program pemerintah memberikan pelayanan vaksin kanker leher rahim pada wanita yang baru menstruasi. Program ini secara gratis disiapkan oleh pemerintah yang dilayani di setiap Puskesmas. Ini merupakan salah satu usaha pemerintah bagaimana mencegah kanker leher rahim pada perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Ia menjelaskan daya tahan vaksin ini tergantung tipe yang digunakan.
Leo menyebutkan untuk vaksin yang disiapkan di RS Kasih Herlina terdapat empat jenis vaksin Gardasil dengan tipe 16, 18, 31 dan 33. Empat jenis vaksin ini diberikan selama tiga kali dengan jangka waktu dosis pertama dengan kedua selama dua bulan, pemberian kedua dan ketiga jaraknya empat bulan.
Ia menyebutkan untuk biaya sekali suntikan vaksin Gardasil di RS Kasih Herlina sebesar Rp1,8 juta. Dengan tiga kali suntikan vaksin ini berlaku seumur hidup. Vaksin Gardasil pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 dan telah digunakan di berbagai Negara di seluruh dunia. Vaksin ini sangat efektif dalam mencegah infeksi oleh tipe HPV yang berisiko tinggi yaitu tipe 16 dan 18 yang dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks pada wanita.
Ia menegaskan penularan kanker serviks ini bukan disebabkan oleh faktor genetik tetapi ditularkan melalui kontaminasi laki-laki atau perempuan yang sudah tertular virus HPV.
Ia mencontohkan seorang istri meninggal akibat kanker leher rahim sudah pasti suaminya pembawa virus kanker leher rahim bagi istrinya yang baru dinikahkan.
“Jadi jika seseorang wanita menikah dengan seorang laki-laki yang istrinya sudah meninggal karena kanker leher rahim berpontensi besar istri yang baru dinikahkan akan tertular virus kanker serviks,” jelasnya.
Ia menambahkan untuk bisa mengetahui sesorang memilik HPV harus mengirim sampel cairannya ke luar guna dicek dengan teknologi yang canggih.
Dokter Leo menjelaskan selama ini RS Kasih Herlina menerima operasi kanker serviks dari Kabupaten Asmat, Paniai, Nabire, Deiai dan Timika. **














