Timika,papuaglobalnews.com  – Bahlil Dahadalia, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Papua Tengah berlangsung disalah satu hotel di Timika, Jumat 7 November  2025.

Dalam Musda ini Bahlil Lahadalia didampingi Muhammad Sarmuji, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar,  Sari Yulianti, Bendahara Umum DPP Partai Golkar dan Syahmud Basri Ngabalin, Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Papua Tengah, Anggota DPR RI juga Kader Golkar.

Selain pengurus dan Kader Golkar Wilayah Papua Tengah hadir juga Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena yang juga Ketua DPD I Golkar NTT dan  Peggy Patricia Tapiti, Ketua DPD PKB.

Peserta dalam Musda ini berjumlah 200 orang terdiri dari pengurus DPD I dan DPD II di delapan kabupaten di Papua Tengah.

Bahlil Lahadalia dalam sambutan secara terang-terangan di hadapan kadernya menyatakan akan memperjuangkan secara maksimal pada Pileg tahun 2029 agar Golkar mendapat kursi di seluruh tanah Papua, termasuk menang Pilkada di tanah Papua.

Dalam kesempatan itu, Bahlil yang diselingi nada-nada humor mengemukakan Mimika dahalu merupakan sebuah kota kecamatan dengan Kabupaten Fakfak. Yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Mimika memisahkan diri dari Fakfak  oleh Pdt. Tinal ayah dari Klemen Tinal ketika itu sebagai Anggota DPRD Fakfak. Sehingga hampir semua warga Mimika merupakan berasal dari Fakfak.

Sementara di masa itu, Bahlil mengenang dirinya tinggal bersama Dandim Fakfak sebagai sopirnya.

“Jadi yang memperjuangkan Mimika ini adalah orang Golkar. Kita bicara sejarah dan kita orang Papua ini mempunyai adat yang menjadi sejarah,” ujar Bahlil yang disambut tepuk tangan.

Bahlil menambahkan Pdt. Tinal selepas dari Anggota DPRD Fakfak kemudian menjadi anggota DPRD Provinsi Papua di Komisi B bersama orangtua angkatnya.

Bahlil mengisahkan sejarah perjalanan hidupnya berawal dari bawah seorang sopir ke sopir. Namun sebagai sopir jangan dipandang profesi yang buruk. Tetapi dengan menjadi sopir selalu banyak berjalan, melihat dan mendengar membuatnya belajar semakin banyak mengetahui. Sebab, jika kurang banyak mengetahui dirinya tidak mampu bersaing di Jakarta.

Bahlil juga bersyukur perjuangan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah melalui Komisi II DPR RI diketuai Ahmad Doli Kurnia kader Golkar.

Bahlil menegaskan dahulu seluruh Papua Golkar yang menang. Sehngga, ia meminta kepada Willem Wandik jangan merasa asing di Golkar.  Willem Wandik diibaratkan sebagai anak yang hilang namun kembali ke rumahnya. Golkar menjadi rumah semua anak bangsa bernaung. Golkar ini partai inklusif bukan ekslusif dan pemilik sahamnya adalah bangsa dan rakyat itu sendiri. Sehingga yang menjadi pemimpin di Partai Pohon Beringin terbuka untuk semua anak bangsa yang memenuhi syarat partai.