Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak
“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis di masa depan,” katanya Engel.
Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan ini diselenggarakan AI Ignition Indonesia, Grasberg Academy dan KUMPUL, didukung Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB) sebagai bagian dari komitmen global untuk mempercepat inklusi digital, pengembangan talenta, dan inovasi berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.
Pelatihan ini menghadirkan dua tokoh muda Papua, Yoshua Gombo, Ph.D. dan Elviliana Y. Watopa, M.B.A.. Yoshua membahas fondasi teknis kecerdasan buatan dengan pendekatan yang mudah dipahami, mencakup prinsip dasar machine learning dan generative AI, teknik prompt engineering untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, serta studi kasus penerapan AI di sektor pendidikan, UMKM, dan layanan publik.
Sementara itu, Elviliana mengangkat topik adopsi AI secara bertanggungjawab, termasuk pemetaan peluang AI untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital di Indonesia Timur, strategi kolaborasi manusia dan AI untuk memperkuat kapasitas manusia, serta pentingnya etika digital dan prinsip inklusivitas agar teknologi AI memberdayakan, bukan memarginalkan.
Sejak diluncurkan secara nasional pada 2025, program AI Ignition Training telah menjadi katalis dalam mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi gelombang transformasi teknologi.
Kini, hadir di Timika, program ini menegaskan komitmen bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam peta kesiapan digital Indonesia termasuk Papua Tengah yang kaya akan potensi dan talenta muda berbakat. Keberhasilan AI Ignition Road to Timika ini tidak lepas dari dukungan kuat ekosistem lokal.
Program ini didukung oleh mitra media Koreri.com, serta mitra komunitas strategis seperti Jasgo Academy, Institut Pertambangan Nemangkawi, dan Papua Youth Creative Hub (PYCH). Kolaborasi multipihak ini memastikan bahwa pelatihan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka jalur untuk pendampingan lanjutan, akses jaringan, dan ruang inkubasi ide. **






