Timika,papuaglobalnews.com  –  Mendukung pengembangan usaha para pelaku seni anyam dan pengukir Suku Amungme dan Kamoro, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika pada tahun 2025 lalu telah menyalurkan bantuan dana sebagai stimulasi bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus).

Penerima bantuan Otsus ini berjumlah 40 sanggar Suku Amungme dan Kamoro, masing-masing mendapat Rp50 juta dari total Rp200 juta. Dana ini difungsikan oleh pengurus sanggar untuk membelanjakan kebutuhan, misalnya meja, tempat pajang dan lain-lain.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin kepada media usai pembukaan Pelatihan Manajemen Sanggar Amungme dan Kamoro di Aula Keuskupan Timika Loresa, SP3, Selasa 21 Juli 2026.

Ia mengatakan selain memberikan bantuan dana juga menyerahkan bahan baku mentah berupa bahan anyaman serta peralatan pahat, kampak dan parang untuk seni ukir. Selain itu membangun enam sanggar sebagai tempat mengukir, menganyam sekaligus memasar hasil karya mereka bersumber dari dana Otsus.

Enam sanggar yang dibangun itu untuk Suku Kamoro dan Amungme masing-masing tiga. Lokasinya berada di wilayah Distrik Iwaka, Kampung Hiripau Distrik Mimika Timur, sekitar Petrosea, depan Perumahan Pemda SP2, SP5 wilayah Distrik Mimika Baru dan SP1 Distrik Wania dengan satu sanggar 10-12 orang.

Sementara tahun 2026 ini rencana bangun tiga rumah produksi dari APBD bertempat di Kokonao Distrik Mimika Barat, di Pomako tepatnya di perumahan bantuan Provinsi Papua Tengah dan wilayah Distrik Mimika Baru.

Ia menjelaskan pelatihan manajemen sanggar yang diadakan dengan peserta ketua, sekretaris  dan bendahara bermaksud supaya mampu mengelola manajemen administrasi, keuangan serta pemasarannya supaya kedepan semakin lebih baik dan hasilnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Bentuk dukungan pemerintah Kabupaten Mimika selain memberikan bantuan dana, peralatan kerja dan bahan mentah anyaman serta ukiran, Disbuparekraf Mimika mulai tahun ini sudah memiliki website sendiri untuk membantu memperkenalkan sekaligus mempromosikan hasil karya dari para sanggar tersebut.