Timika,papuaglobalnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan mulai aktif pada pertengahan tahun 2026 dan berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan pemantauan dan analisis terbaru BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal. Sebanyak 64,5 persen zona musim (ZOM) di Indonesia diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya selama periode kemarau 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan berkembang pada semester kedua tahun 2026. BMKG memprediksi peluang El Nino dengan intensitas moderat mencapai 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen. Fenomena tersebut diperkirakan akan memberikan dampak terhadap pola cuaca dan curah hujan di Indonesia hingga pertengahan Oktober 2026.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.