Menuju Mimika Ramah Anak, DP3AP2KB Bentuk Forum Anak Mimika Periode 2026-2028
Perwakilan anak-anak tingkat SMP dan SMA-SMK yang hadir dalam pembentukan Forum Anak Mimika di salah satu hotel di Timika, Rabu 3 Juni 2026. (Foto – Anton Juma Songa/papuaglobalnews.com).
Timika,papuaglobalnews.com – Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika Papua Tengah melaksanakan pembentukan Forum Anak Mimika (FORANMI) periode 2026-2028, Rabu 3 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika tersebut diikuti perwakilan anak-anak usia SMP Kelas 8 dan SMA/SMK yang saat ini duduk di kelas XI.
Kegiatan mengusung tema “Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak-Hak Anak pada Lembaga Pemerintah, Non Pemerintah, Media dan Dunia Usaha Kewenangan Kabupaten/Kota” dengan menghadirkan Eti Sri Nurhati M.I.Kom, S.Sos selaku narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Republik Indonesia.
Bupati Mimika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan agenda strategis tersebut.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengakomodasi hubungan pemerintah dengan anak-anak Kabupaten Mimika sebagai pelopor-pelapor yang tangguh dan berani serta menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan sejumlah hal penting terkait hak anak. Ia menegaskan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Menurutnya, anak merupakan titipan Tuhan kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan negara sekaligus generasi penerus keluarga, bangsa dan negara. Karena itu, anak harus dikasihi, dihargai dan dihormati sebagaimana orang dewasa.
Selain itu, anak merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan karakteristik khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan.
“Untuk dapat memikul tanggung jawab tersebut, anak harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial serta berakhlak mulia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perlindungan dan menjamin kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan pemenuhan hak-hak anak tanpa diskriminasi,” katanya.
Bupati juga menekankan anak merupakan generasi penerus sehingga perlu diberikan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri, salah satunya melalui pembentukan Forum Anak.
Menurutnya, Forum Anak merupakan media diskusi yang dapat diakses tanpa dibatasi ruang dan waktu. Melalui forum tersebut, anak-anak dapat berdiskusi mengenai berbagai topik yang dimoderasi sehingga berlangsung secara kondusif.
Selain sebagai wadah berkumpul dan berinteraksi, Forum Anak juga menjadi sarana pengembangan diri, penyampaian aspirasi, serta wadah keterlibatan anak dalam proses perencanaan dan pembangunan daerah.
















